Umat Islam belum Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital

Penulis: AU/E-3 Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 09:10 WIB Ekonomi
Umat Islam belum Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital

Ilustrasi

ERA milenial yang ditandai berbagai kemajuan teknologi informasi memberi peluang usaha baru bagi semua kalangan, termasuk umat Islam. Peluang itu bisa terlihat dari hadirnya berbagai marketplace yang dikenal luas oleh masyarakat dan bahkan merajai pasar di Indonesia yang di dalamnya terdapat pasar muslim yang sangat ramai.

"Sebut saja Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Lazada, Zalora, Elevania, Go-Jek, dan sebagainya yang telah muncul sebagai solusi praktis bagi banyak orang saat ingin berbelanja, mencari layanan transportasi, dan banyak lagi aktivitas manusia," kata dosen Program Studi Skonomi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII), Rahmani Timorita Yulianti pada Milad Ke-75 UII di Yogyakarta, kemarin.

Sayangnya, kata Rahmani, banyak pengusaha muslim yang belum menguasai marketplace tersebut. Deretan e-commerce itu ternyata banyak dikuasai saudagar nonmuslim yang piawai dalam mengeruk keuntungan dari umat Islam yang masih lalai mengisi ruang peluang di era digital.

Terlebih, selain bisnis online seperti e-commerce, toko online, atau situs portal berita, kini juga muncul peluang industri baru bernama financial technology (fintech) yang sifatnya disrupsional dan memberi layanan keuangan berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Jumlahnya baru 130-an, tapi potensial jadi masa depan financial services yang feno-menal. Fintech memberi kemudahan masyarakat mengakses berbagai produk keuangan, memudahkan transaksi, dan meningkatkan literasi keuangan. Hanya perlu satu gawai untuk membayar tagihan listrik dan peralatan rumah tangga lainnya," kata dia.

Namun, lagi-lagi, umat Islam masih sebagai pasar, bukan sebagai pemain kunci. "Umat Islam yang sangat besar tidak serta-merta jadi market leader. Itu menyadarkan bahwa pekerjaan yang harus dilakukan oleh umat Islam masih sangat banyak," pungkas Rahmani.

Milad Ke-75 UII ditandai dengan Sidang Terbuka Senat UII yang dipimpin Rektor UII Nandang Sutrisno dan dihadiri Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More