NASA Cari Planet seperti Bumi

Penulis: Irene Harty Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 08:40 WIB Internasional
NASA Cari Planet seperti Bumi

AFP

NASA siap meluncurkan pesawat ruang angkasa seukuran mesin cuci senilai US$337 juta untuk memperluas pencarian planet-planet di luar tata surya yang lebih dekat dan dapat dihuni manusia.

Satelit Transit Exoplanet atau TESS dijadwalkan meluncur pada Senin (16/4) pukul 18.32 waktu setempat (22.32 GMT) di atas roket Space X Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS).

Cuaca diperkirakan 80% menguntungkan untuk peluncuran tersebut.

Selama dua tahun ke depan, satelit akan memindai lebih dari 200 ribu bintang paling terang, menangkap tanda-tanda dari planet-planet yang mengelilingi mereka, dan membuat penurunan kecerahan atau transit.

NASA memprediksi TESS menemukan 20 ribu eksoplanet atau planet di luar tata surya, termasuk lebih dari 50 planet berukuran bumi dan hingga 500 planet kurang dari dua kali ukuran bumi. "Mereka akan mengorbit bintang-bintang terdekat dan paling terang," kata Elisa Quintana, ilmuwan TESS, di Goddard Spaceflight Center NASA, Minggu (15/4).

"Dalam beberapa tahun ke depan kita mungkin bisa berjalan keluar dan menunjuk bintang dan tahu bahwa itu memiliki planet. Ini masa depan," jelasnya.

TESS dirancang sebagai tindak lanjut dari pesawat ruang angkasa Kepler milik Badan Angkasa Luar AS. Pesawat itu menjadi yang pertama dari jenisnya dan diluncurkan pada 2009.

Pesawat antariksa itu sudah menua, rendah muatan bahan bakar, dan mendekati akhir masa hidupnya, tapi telah menemukan banyak sekali eksoplanet pada satu bagian langit, yang berisi sekitar 150 ribu bintang seperti matahari.

Misi Kepler telah dikonfirmasi menemukan 2.300 eksoplanet dan ribuan planet kandidat lain meskipun belum banyak yang dapat dipelajari karena terlalu jauh.

 

Memilih bintang terbaik

TESS dengan empat kamera canggih akan memindai area yang 350 kali lebih besar, terdiri atas 85% langit dalam dua tahun pertama saja. "Dengan melihat bagian besar dari langit kami membuka kemampuan untuk memilih bintang-bintang terbaik untuk melakukan sains tindak lanjut," kata Jenn Burt, rekan postdoctoral di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dia mengatakan, rata-rata bintang yang diamati TESS 30-100 kali lebih terang dan 10 kali lebih dekat daripada bintang yang dipusatkan Kepler.

TESS menggunakan metode yang sama seperti Kepler untuk menemukan planet-planet potensial dengan melacak peredupan cahaya saat benda angkasa melintas di depan bintang kemudian mengintip lebih dekat dengan teleskop ruang angkasa.

Teleskop Angkasa Luar Hubble dan Teleskop Angkasa Luar James Webb, yang dijadwalkan ada pada 2020 dapat mengungkapkan lebih banyak tentang massa, kerapatan, dan susunan planet dari atmosfer mereka.

"TESS membentuk jembatan dari apa yang telah kita pelajari tentang eksoplanet hingga saat ini dan ke mana kita menuju di masa depan," kata Jeff Volosin, Manajer Proyek TESS di Goddard Spaceflight Center NASA.

Dalam beberapa dekade mendatang potensi kehidupan di luar tata surya dapat diidentifikasi. "Sampai 25 tahun yang lalu satu-satunya planet yang kita tahu ialah delapan di tata surya kita sendiri," imbuh Paul Hertz, Direktur Divisi Astrofisika di NASA.  (AFP/I-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More