Nadia tidak Pernah Kapok Mencoba

Penulis: Beo/R-2 Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 08:00 WIB Olahraga
Nadia tidak Pernah Kapok Mencoba

DOK PB DJARUM

BAGI Nadia Pritasari, tidak pernah ada kata menyerah dalam kamusnya. Gadis cilik berusia 11 tahun itu membuktikannya saat dia mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 untuk yang ketiga kalinya.

Setelah mengikuti rangkaian seleksi selama tiga hari sejak Sabtu (14/4) di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur, dia akhirnya dinyatakan sebagai satu dari 18 peserta yang lolos tahap seleksi dan berhak mengikuti kualifikasi lanjutan pada September mendatang di Kudus, Jawa Tengah.

Rasa penasaran, menurut Nadia, bukanlah alasan utama dia kembali mengikuti audisi Djarum. Untuk peserta asal Tanah Laut, Kalimantan Timur itu, menjadi pebulu tangkis profesional ialah cita-citanya sejak kecil. Idolanya saja ialah tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, sang juara dunia 2013. Dari Indonesia, dia menyukai Fitriani, pebulu tangkis tunggal putri.

"Kali ini rasanya lebih sulit dari dua tahun sebelumnya. Lawan yang saya hadapi selama tahap seleksi tidak ada yang mudah ditaklukkan. Walau saya pernah lolos ke Kudus pada tahun lalu, saya tidak pernah menyepelekan lawan, tidak pernah berpikir audisi yang sekarang pasti bisa dilalui," kata Nadia yang turun di kelas U-13 di audisi Djarum.

Dalam audisi tahun ini, Nadia mengaku masih memiliki banyak kekurangan. Misalnya, gerakannya belum juga lincah. Lalu, belum menguasai beberapa teknik mematikan. "Saya harus semangat belajar agar bisa unggul dari lawan. Itu yang selalu dipesankan pelatih saya," ujarnya.

Ana Asnawati, ibu dari Nadia, mengatakan dirinya sudah tiga tahun menitipkan Nadia di PB Master karena putri bungsunya itu memang ingin sekali bisa bermain bulu tangkis. Sebenarnya Nadia bukanlah satu-satunya anak Ana yang ikut audisi Djarum. Selain Nadia, juga ada kakaknya yang bernama Rizqy Ramadhani. Sayangnya, Nadia lebih beruntung karena Rizqy dinyatakan gagal. Namun, kekecewaannya terobati karena mendapat supertiket karena dinilai punya potensi.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More