Laporan Perbudakan di Inggris Naik

Penulis: Ant/I-3 Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 07:00 WIB Internasional
Laporan Perbudakan di Inggris Naik

Ilustrasi

SEBUAH pusat panggilan antiperbudakan modern di Inggris menerima ribuan panggilan sepanjang tahun pertama dan mengidentifikasi potensi korban 5.000 orang yang dieksploitasi untuk bekerja sebagai pencuci mobil, tukang konstruksi, dan penjual seks.

Demikian diungkapkan sebuah lembaga antiperdagangan manusia, kemarin. Unseen, lembaga yang mengoperasikan pusat panggilan itu, mengaku menerima 3.170 panggilan dari masyarakat dan korban sepanjang tahun lalu. Lembaga itu kemudian melaporkan sekitar 1.450 kasus ke lembaga negara antiperbudakan, National Crime Agency, serta kepolisian.

Menurut perkiraan pemerintah Inggris, 13 ribu orang telah menjadi korban kerja paksa, eksploitasi seksual, dan kekerasan rumah tangga.

Namun, pihak kepolisian mengatakan angka sebenarnya bisa sampai puluhan ribu orang karena operasi perbudakan tengah menanjak.

"Tindakan kami secara langsung mendorong orang untuk lolos dari eksploitasi dan kami harus terus memberikan layanan yang menempatkan para korban sebagai fokus utama," kata Andrew Wallis, Kepala Eksekutif Unseen.

Didirikan pada Oktober 2016 setelah Unseen menerima dana 1 juta pound sterling dari Google, pusat panggilan itu menerima telepon dari orang-orang yang hendak melaporkan situasi mencurigakan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More