Tim Pencari Fakta Tunggu Izin Masuk

Penulis: AFP/Ant/Ire/I-3 Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 06:40 WIB Internasional
Tim Pencari Fakta Tunggu Izin Masuk

AFP

TIM pencari fakta dari Organisasi Pengawas Senjata Kimia Dunia (OPCW) hingga kini belum dapat masuk ke Douma, Suriah, untuk membuktikan ada tidaknya serangan gas kimia beracun di wilayah itu. Sebabnya, Rusia dan sekutu mereka, Suriah, belum memberikan izin.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Inggris di Belanda Peter Wilson, kemarin. Secara terpisah, Kepala OPCW, Ahmet Uzumcu, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim untuk disebar ke wilayah Douma, tapi Rusia dan Suriah belum merestui hal itu.

Menurut Duta Besar Prancis, Phillipe Lalliot, OPCW harus mendapatkan dukungan penuh dalam bekerja membongkar program senjata kimia yang dikembangkan Suriah. "Prioritas saat ini ialah memberikan dukungan teknis untuk melengkapi upaya membongkar senjata kimia Suriah," kata Phillipe.

Dalam menanggapi hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah Rusia dan Suriah menolak OPCW masuk ke Douma. "Kami anggap pernyataan itu sebagai isapan jempol," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, di Kremlin, kemarin.

Sementara itu, pemimpin Hezbollah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah, pada Minggu (15/4) mengatakan serangan Barat terhadap Suriah gagal meneror tentara Suriah maupun membantu kelompok pemberontak dan melayani kepentingan Israel.

Dia bahkan meledek militer Amerika Serikat (AS) terpaksa menahan serangan secara terbatas karena khawatir serangan yang lebih luas akan memicu pembalasan dari Damaskus dan sekutu.

"Militer Amerika Serikat tahu betul mereka mengarah ke bentrokan yang lebih luas dan operasi besar melawan pemerintah dan tentara serta pasukan sekutu di Suriah tidak akan bisa berakhir. Karena setiap bentrokan seperti itu akan mengobarkan perang di seluruh wilayah," kata Nasrallah dalam sebuah unjuk rasa di Bekaa, Lebanon.

Hezbollah Syiah, yang didukung Iran, menjadi sekutu penting Suriah dalam perang yang telah berlangsung tujuh selama tahun di negara itu. Kelompok itu membantu pemerintah Suriah untuk merebut kembali wilayah yang diduduki pemberontak dan militan Islamic State (IS).

Selain itu, gerakan militer dan politik Hezbollah, yang memiliki anggota di parlemen Lebanon, juga berjuang bersama tentara Suriah. Sebelumnya, pada Sabtu (14/4), Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan serangan pimpinan AS ke Suriah menunjukkan kegagalan Barat dalam mencapai tujuan mereka di negara itu setelah kekalahan kelompok garis keras dukungan asing.

Al-Assad mengeluarkan pernyataan tersebut saat berbicara di telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani seperti dikutip kata kantor berita SANA. Rouhani menelepon Al-Assad setelah serangan pimpinan AS menghantam Suriah.

"Serangan itu terjadi setelah pasukan penjajah yang mendukung para teroris menyadari mereka kehilangan kendali," katanya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More