Bersinergi di Negeri Laskar Pelangi

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 03:45 WIB Properti
Bersinergi di Negeri Laskar Pelangi

PERAYAAN ulang tahun ke-46 Realestat Indonesia (REI), akhir pekan lalu, di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi momentum penegasan asosiasi perusahaan pengembang nasional itu untuk mendukung pengembangan properti pariwisata di provinsi tersebut.

Bangka Belitung (Babel) yang dulu hanya dikenal sebagai pulau penghasil timah, kini memang tengah menggeliatkan sektor pariwisata untuk menggaet investasi masuk. Pemprov Babel, seperti diutarakan Gubernur Erzaldi Rosman, ingin pelan-pelan menggeser fokus perhatian dari pertambangan ke pariwisata.

"Istilah kami mengendalikan usaha pertambangan dan mengalihkannya ke sektor pariwisata. Jadi, bukan berarti kami mau mematikan usaha pertambangan, tapi kami melihat potensi pariwisata di daerah Bangka Belitung punya potensi pertumbuhan yang sangat baik," kata Erzaldi di sela-sela perayaan HUT REI di Pangkalpinang, Sabtu (14/4).

Apalagi, Babel yang kini dikenal dengan sebutan Negeri Laskar Pelangi, juga telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 pusat destinasi baru pariwisata Indonesia selain Bali oleh Presiden Joko Widodo. Kawasan Tanjung Kelayang yang berlokasi di Pulau Belitung, pulau terbesar kedua di provinsi tersebut bahkan sudah dimasukkan sebagai Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN).

Dua kawasan lagi, yakni Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Selatan dan KEK Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka, bakal menyusul. Keduanya saat ini tengah diajukan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata oleh Pemprov Babel kepada pemerintah pusat.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata pun memberikan dukungan penuh terhadap rencana Pemprov Babel untuk membangun dua KEK pariwisata sekaligus di Pulau Bangka. Menurutnya, keberadaan KEK akan membuat investor memiliki banyak pilihan.
"Ini ide dan prakarsa yang baik untuk memajukan sektor properti dan pariwisata di Babel. Dengan dukungan kami selaku pengembang, ini akan menjadi sinergi yang positif dengan tujuan membangun perekonomian masyarakat Babel," paparnya.
Soelaeman menambahkan, modal penguasaan lahan oleh pengembang di Babel sudah ada. "Itu tinggal di-generate bagaimana caranya tanah-tanah yang dikuasai pengembang lokal itu bisa disinergikan dengan investor dari luar Babel untuk menggerakkan properti pariwisata," cetus dia.  

Permudah investor
Pada kesempatan itu, Gubernur Erzaldi melempar janji bakal memberikan banyak kemudahan kepada investor yang akan berinvestasi di KEK, terutama untuk investasi properti pariwisata. Kemudahan itu, antara lain di sisi perizinan dan sejumlah insentif menarik lainnya.
"Infrastruktur kawasan juga akan disiapkan sehingga investor tinggal datang dan bangun," ujarnya.

Ia pun tak ragu mengajak anggota REI masuk berinvestasi di Babel. Tidak hanya membangun hotel dan resor, tapi juga perumahan bagi karyawan yang bekerja di industri pariwisata. "Ayo kita bersinergi," tantang dia.

Sementara itu, dari sisi pengembang, Soelaeman meyakini REI akan banyak berperan di Babel karena KEK pariwisata tersebut merupakan sebuah integrated development. Ia pun bakal membawa konsep KEK Babel tersebut dalam setiap roadshow ke luar negeri, baik sebagai Ketua Umum DPP REI maupun Presiden FIABCI (Federasi Pengembang Asia Pasifik).

"Yang penting kita harus cermat karena konsep ini tak boleh gagal. Pasalnya, investasi properti di pariwisata berbeda dengan properti hunian, tak sekadar jualan produk," pungkas Soelaeman. (Pun/S-1)

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More