Defisit Anggaran Menyusut

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Senin, 16 Apr 2018, 19:50 WIB Ekonomi
Defisit Anggaran Menyusut

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

DEFISIT anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai 31 Maret 2018 tercatat 0,58% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp85,77 triliun. Realisasi tersebut turun jika dibandingkan defisit anggaran periode yang sama  2017 yang sebesar 0,76% dari PDB.

Dalam APBN 2018, defisit anggaran diproyeksikan sebesar 2,19% terhadap PDB atau senilai Rp325,9 triliun.

“Realisasi defisit anggaran yang turun ini menunjukan pemerintah terus mengupayakan APBN agar terus dalam kondisi sehat dan fit. Kita juga antisipasi kondisi ekonomi baik lingkungan regional atau global yang tidak selalu mudah,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4).

Menkeu menyatakan secara umum kinerja pelaksanaan APBN sampai kuartal I 2018 menunjukkan hasil yang positif. Pemerintah berupaya mengelola APBN dengan hati-hati guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Akselerasi kinerja APBN tecermin dari realisasi penerimaan negara maupun belanja negara, yang berdampak pada terjaganya defisit anggaran dan keseimbangan primer.

Realisasi keseimbangan primer per 31 Maret 2018 tercatat Rp17,3 triliun dari target Rp87,32 triliun sepanjang 2018. Capaian keseimbangan primer pada kuartal I 2018 pun lebih rendah dari periode sama di dua tahun sebelumnya, yakni Rp38,7 triliun per 2017 dan Rp90,4 triliun per 2016. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More