Dennis Adhiswara Nilai Bagus demi Gim

Penulis: Ardi Teristi Pada: Selasa, 17 Apr 2018, 01:45 WIB Hiburan
Dennis Adhiswara Nilai Bagus demi Gim

MI/ATET DWI PRAMADIA

AKTOR sekaligus Founder dan CEO Layaria Network, Dennis Adishwara, 35, menyatakan saat bermain gim ialah hal yang sangat dinantikannya. Dia seolah memberi penghargaan bagi diri sendiri berupa main gim setelah semua tugasnya telah diselesaikan.
"Setiap hari harus punya check list pekerjaan yang sudah saya selesaikan supaya bisa me-reward diri saya untuk bisa main gim," kata dia ketika peluncuran alat gim video reality di bilangan Thamrin, Jakarta, Kamis (12/4).

Demikian juga seusai kerja. Dia tidak buru-buru pulang ke rumah jika kondisi masih macet. Dia menggunakan waktu untuk bermain gim sambil menunggu lalu lintas terurai. Dennis menyebut, bermain gim bareng di masa sekarang sudah seperti bermain golf. Di dalam permainan gim, pemain bisa memvisualisasikan diri, berinteraksi, dan mendapatkan teman baru.

Dennis mengaku punya cerita panjang balik kegemarannya bermain gim. Waktu SMP-SMA, ia pernah dilarang pegang konsol gim karena nilai sekolahnya tidak sesuai harapan orangtua.  "SMP-SMA tidak boleh megang konsol gim karena nilai rapor jelek. Saya bertekad nilai saya harus bagus supaya bisa membuat gim," kenang dia. Saat lulus SMA, nilainya ternyata biasa-biasa saja. Walau demikian, keinginan untuk membuat gim tetap besar.

Keinginan besar
Keinginan yang besar disertai usaha dan komitmen mampu mendorong keberhasilannya.  Dia tidak lagi hanya menjadi konsumen atau pemain gim. Kemampuannya mengantarkan menjadikan dirinya sebagai content creator. Dia pun menyebut, perkembangan dunia gim semakin pesat. Kini gim pun semakin cangih dan praktis. Bagi dia, kepraktisan penting karena ia ingin seselektif mungkin dalam menggunakan waktu, termasuk bermain gim.

Ia mencontohkan, perkembangan gim virtual reality (VR) sangat maju. Kini gim VR bisa dibawa dalam tas ransel. Permainan ini juga tidak perlu spesifikasi laptop yang sangat tinggi. Pria yang dikenal sebagai aktor, produser, dan sutradara mengatakan dalam membuat gim, film, ataupun creator video, mempunyai akar yang sama, yaitu storytelling. Pasalnya, ketiganya membutuhkan jalinan cerita agar bisa dinikmati penonton.

Untuk menjadi content creator yang andal prosesnya tidak instan. "Pola pikir bisa instan yang harus dihindari," kata dia. Ia pun memberi masukan kepada mereka yang ingin menjadi content creator video, misalnya di Youtube. Sebelum menemukan konten yang unik, mereka bisa memulai dengan meniru konten kreator yang diidolai. Hal tersebut dinilai sah-sah saja untuk pemula.

Menurut dia, penemuan ide untuk menemukan ciri khas tersebut bisa dipelajari. "Nanti akan bertemu waktu memiliki ciri khasnya sendiri," pungkas pemeran Mamet dalam film Ada Apa dengan Cinta? itu. (H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More