KLHK akan Jatuhkan Sanksi Administratif ke Pertamina

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 16 Apr 2018, 17:04 WIB Humaniora
KLHK akan Jatuhkan Sanksi Administratif ke Pertamina

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan akan menjatuhkan sanksi administratif ke PT Pertamina atas kasus tumpahan minyak di Balikpapan. Dalam waktu 7 hari ke depan, surat keputusan sanksi tersebut akan diterbitkan.

Di dalamnya akan terangkum hal-hal yang wajib dilakukan PT Pertamina sebagai tanggung jawab atas kejadian yang menewaskan 5 warga Balikpapan tersebut.

"Kami telah menemukan beberapa hal dari hasil pengawasan tim KLHK di sana. Itu jadi dasar langkah selanjutnya yang akan kami lakukan di kasus ini," ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya, di komisi VII DPR, Jakarta, hari ini.

Siti mengatakan dari hasil pengawasan, ditemukan fakta jika PT Pertamina telah melakukan beberapa pelanggaran. Di antaranya tidak adanya penyertaan kajian perawatan pipa pada dokumen lingkungan (AMDAL), inspeksi pipa hanya dilakukan untuk kepentingan sertifikasi, tidak adanya sistem pemantauan pipa otomatis, hingga tidak adanya sistem peringatan dini.

Siti mengatakan, akan dilakukan perintah berupa paksaan bagi PT Pertamina untuk memperbaiki kekurangan teknis tersebut. Selanjutnya, juga akan dikenakkan paksaan untuk bertanggungjawab secara bekesinambungan atas kerusakan lingkungan yang terjadi di perairan Balikpapan.

"Nanti detailnya akan ada di sanksi administratif yang diberikan. Mereka harus mematuhi itu, kalau tidak akan diperberat hukumannya menjadi pembekuan izin hingga pencabutan kalau memang tetap tidak dilakukan," ujar Siti.

Siti mengatakan, tidak mudah untuk dapat membuat ekosistem perairan Balikpapan dapat kembali pulih. Diperkirakan dapat mencapai waktu puluhan tahun. Masyarakat tidak disarankan untuk beraktivitas di sekitar perairan teluk Balikpapan hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Ke depan akan terus dipantau kondisi airnya. Mungkin setiap 2 minggu sekali akan diupdate bagaimana kondisinya, kalau sudah aman baru masyarakat bisa kembali aktivitas," ujar Siti.

Dikatakan Siti, hingga saat ini proses perhitungan kerugian materil peristiwa tersebut masih terus diproses. NNamun diperkirakan kerugian yang dihasilkan akan mencapai angka yang sangat besar.

"Dulu kejadian serupa di Balongan kerugiannya hampir seratus miliar rupiah. Ini berkali-kalinya dari itu besar dampaknya, diperkirakan bisa 3 sampai 4 kali lipat lebih besar kerugiannya," ujar Siti.

Direktur Utama PT Pertamina, Elia Massa Manik mengatakan pihaknya masih menunggu hasil akhir dari pemerintah. Pihaknya belum mau berkomentar lebih lanjut mengenai penemuan tersebut.

"Kami masih menunggu tapi kami terus melakukan upaya perbaikan dan pertanggungjawaban," tutup Elia. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More