Misi Pesawat Sebesar Mesin Cuci Mencari Planet Baru

Penulis: Irene Harty Pada: Senin, 16 Apr 2018, 15:51 WIB Internasional
Misi Pesawat Sebesar Mesin Cuci Mencari Planet Baru

AFP
Ilustrasi yang dirilis0 NASA pada 11 April 2018 menggambarkan pesawat antariksa NASA yang terbaru Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) yang siap diluncurkan dalam roket SpaceX Falcon 9 rocket dari area Space Launch Complex 40 di Pangkalan Udara Mil

NASA siap meluncurkan pesawat ruang angkasa seukuran mesin cuci senilai US$337 juta untuk memperluas pencarian planet-planet di luar tata surya yang lebih dekat dan dapat dihuni oleh manusia.

Satelit Transit Exoplanet atau TESS, dijadwalkan meluncur pada Senin (16/4) pukul 18:32 waktu setempat (22:32 GMT) di atas roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS). Cuaca diperkirakan akan 80% menguntungkan untuk peluncuran tersebut.

NASA memprediksi TESS akan menemukan 20.000 eksoplanet atau planet di luar tata surya termasuk lebih dari 50 planet berukuran bumi dan hingga 500 planet kurang dari dua kali ukuran bumi.

"Mereka akan mengorbit bintang-bintang terdekat dan paling terang," kata Elisa Quintana, Ilmuwan TESS di Goddard Spaceflight Center NASA pada Minggu (15/4).

NASA berharap dalam beberapa dekade mendatang potensi kehidupan di luar tata surya dapat diidentifikasi.

"Manusia bertanya-tanya selamanya apakah kita sendirian di alam semesta, dan sampai 25 tahun yang lalu satu-satunya planet yang kita tahu adalah delapan di tata surya kita sendiri. Tapi sejak itu, kami telah menemukan ribuan planet yang mengorbit bintang lain dan kami pikir semua bintang di galaksi kita harus memiliki keluarga planet mereka sendiri," imbuh Paul Hertz, Direktur Divisi Astrofisika di NASA.

Misi TESS Temukan Bintang Terang
Selama dua tahun ke depan, satelit itu akan memindai lebih dari 200 ribu bintang paling terang, menangkap tanda-tanda dari planet-planet yang mengelilingi mereka dan membuat penurunan kecerahan atau transit.

"Kami bahkan mungkin menemukan planet yang mengorbit bintang yang bisa kita lihat dengan mata telanjang. Jadi dalam beberapa tahun ke depan kita mungkin bisa berjalan keluar dan menunjuk bintang dan tahu bahwa itu memiliki planet. Ini adalah masa depan," jelas Elisa.

TESS dirancang sebagai tindak lanjut dari pesawat ruang angkasa Kepler milik badan luar angkasa AS, menjadi yang pertama dari jenisnya dan diluncurkan pada 2009. Kepler sudah menua, rendah muatan bahan bakar, dan mendekati akhir masa hidupnya namun telah menemukan banyak sekali eksoplanet pada satu bagian langit, yang berisi sekitar 150 ribu bintang seperti matahari.

Misi Kepler telah dikonfirmasi menemukan 2.300 eksoplanet dan ribuan planet kandidat lainnya meskipun belum banyak yang dapat dipelajari karena terlalu jauh.

TESS dengan empat kamera canggih akan memindai area yang 350 kali lebih besar, terdiri dari 85% langit dalam dua tahun pertama saja.

"Dengan melihat bagian besar dari langit kami membuka kemampuan untuk memilih bintang-bintang terbaik untuk melakukan sains tindak lanjut," kata Jenn Burt, Rekan Postdoctoral di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dia mengatakan, rata-rata bintang yang diamati TESS adalah 30-100 kali lebih terang dan 10 kali lebih dekat daripada bintang yang dipusatkan Kepler.

TESS menggunakan metode yang sama seperti Kepler untuk menemukan planet-planet potensial dengan melacak peredupan cahaya saat benda angkasa melintas di depan bintang kemudian mengintip lebih dekat dengan teleskop ruang angkasa.

Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Teleskop Luar Angkasa James Webb, yang dijadwalkan ada pada 2020 dapat mengungkapkan lebih banyak tentang massa, kerapatan, dan susunan planet dari atmosfer mereka.

"TESS membentuk jembatan dari apa yang telah kita pelajari tentang eksoplanet hingga saat ini dan ke mana kita menuju di masa depan," kata Jeff Volosin, Manajer Proyek TESS di Goddard Spaceflight Center NASA. (AFP/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More