Ke Istanbul, Anies Belajar Soal PKL

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Senin, 16 Apr 2018, 15:37 WIB Megapolitan
Ke Istanbul, Anies Belajar Soal PKL

MI/Ramdani
Gubernur DKI Anies Baswedan berdialog dengan PKL saat menutup Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan akan berkunjung ke Casablanca, Maroko serta Istanbul, Turki pada Senin (16/4). Salah satu agenda pertemuan di Istanbul ialah pembahasan masalah pedagang kaki lima (PKL).

Rencananya, Anies akan menghabiskan dua hari di Maroko. Dia kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Istanbul, Turki. Kunjungannya itu untuk membahas terkait kerja sama sister city dan smart city dengan dua negara itu.

"Di Maroko dua hari, tiga hari sama perjalanan. Lalu ke Istanbul terkait Sister City kita," kata Kepala Biro Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Mawardi ketika dihubungi, Senin (16/4).

Anies dijadwalkan bertemu dengan Wali Kota Istanbul untuk membahas perihal manajemen air. Dilanjutkan ke pertemuan dengan lembaga semacam dinas sosial di Istanbul untuk membicarakan soal PKL.

"Dan kunjungan Kota Tua di sana terkait kebersihan, juga ketemu mahasiswa Indonesia," terang Mawardi.

Menurut Mawardi, Anies bertolak ke dua kota di dua negara itu lantaran diundang sebagai pembicara. Dalam kunjungannya kali ini, Anies akan mengajak Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik DKI Jakarta Dian Ekowati.

Sementara urusan pemerintahan di Jakarta sementara waktu dipegang oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Anies akan kembali ke Jakarta pada Senin (22/4) mendatang. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More