Relokasi Pedagang Pasar Tasik, Tanah Abang Macet Gila-Gilaan

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Senin, 16 Apr 2018, 14:51 WIB Megapolitan
Relokasi Pedagang Pasar Tasik, Tanah Abang Macet Gila-Gilaan

ANTARA
Pedagang Pasar Tasik menggunakan mobil mereka untuk sarana berjualan di bahu Jalan Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/4).

RELOKASI pedagang Pasar Tasik ke Jalan Cideng Timur, Tanah Abang, Jakarta Pusat menambah kemacetan kawasan pasar grosir Tanah Abang. Hari ini, Senin (16/4), tampak arus kendaraan keluar masuk ke sebuah lahan kosong di Cideng Timur, Tanah Abang, Jakarta Pusat tepat di depan SDN Kampung Bali 01. Akibatnya, kemacetan di Kawasan Tanah Abang pun melebihi hari-hari biasanya.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kemacetan terjadi sepanjang jalur dari jalan layang (flyover) Slipi. Kepadatan serupa terjadi juga di flyover Tanah Abang hingga lampu merah sebelum Bank Indonesia (BI). Setelah ditelusuri, ternyata sumber kemacetan ialah arus kendaraan keluar masuk di Jalan Jembatan Tinggi, tepat di depan Pasar Tasik.

Kendaraan-kendaraan itu ialah milik eks pedagang Pasar Tasik di Jalan Jatibunder, Tanah Abang, yang sudah dapat lapak di lahan Cideng Timur. . Mereka tengah sibuk tengah membongkar muatan dagangan mereka. Mobil keluar dan masuk dikawal okeh sejumlah Petugas Satpol PP dan Petugas Dinas Perhubungan. Di lahan kosong tersebut pun terparkir mobil-mobil hingga nyaris penuh.

Salah seorang pekerja angkut barang mengatakan lahan tersebut akan segera diisi oleh pedagang dari Kawasan Bongkaran. Bukan pedagang Jalan Jati Baru Raya yang kini turun ke Jalan, juga bukan pedagang dari Blok G Pasar Tanah Abang.

"Iya, lahan ini bakal dijadikan tempat dagang PKL dari Bongkaran. Ini lagi masukin barang," katanya yang enggan menyebut identitas, ketika ditemui di tengah kemacetan Tanah Abang, Senin (16/4).

Evi, seorang pekerja di Jakarta Pusat mengaku dirinya terjebak kemacetan di Tanah Abang hingga satu setengah jam hari ini. "Motor tadi pagi pukul 10.00 WIB itu sempat enggak bisa jalan. Padahal biasanya saya sampai tempat kerja itu cuma 40 menit," tuturnya.

Dikaji dulu
Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono berpendapat, seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan kajian terlebih dahulu sebelum ada rencana pemindahan pedagang. Pasalnya, dibutuhkan rekayasa lalu lintas ketika ada pemindahan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Prinsipnya jangan sampai membuat kesalahan yang dampaknya akan meluas. Diperlukan kajian lebih dalam dulu. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pun harusnya lebih cermat untuk meneliti bagaimana kalau kita lakukan (berdagang) di sana," kata Gembong.

Di lain sisi, menurutnya, ada prinsipnya DPRD setuju bila relokasi bisa membawa dampak positif. Namun UMKM tidak bisa bekerja sendiri. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga harus terlibat dalam upaya relokasi.

"Kita berharapnya ekonomi mikro kita kan berjalan, ekonomi mikro kita bergerak gitu loh yg kita harapkan begitu. Jangan justru merelokasi para PKL akhirnya mematikan nasib mereka. Makannya saya katakan tadi perlu kajian dahulu." tandas Gembong.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Andri Yansyah enggan berkomentar mengenai agenda pemindahan pedagang ke lahan Pasar Tasik yang berimbas kemacetan itu. "Aduh kalau itu tanya Pak Wali Kota (Jakarta Pusat, Mangara Pardede) deh. Kan yang mindahin beliau." katanya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More