Pengelola Limbah B3 Diawasi Ketat

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 16 Apr 2018, 11:24 WIB Humaniora
Pengelola Limbah B3 Diawasi Ketat

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

DIREKTUR Jenderal Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, pengawasan ketat pada perusahaan Pengelola Limbah B3 yang diduga melakukan kecurangan, di antaranya yang membuang limbah sembarangan di sungai.

Saat ini, KLHK tengah melakukan pulbaket intensif dan pengawasan terhadap perusahaan jasa pengelola limbah B3, untuk menangani limbah medis yang dibuang di sekitar Desa Panuragan Lor, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Hal ini dilakukan karena ada indikasi di beberapa tempat terjadi pembuangan limbah B3 dengan tidak semestinya. Mengingat limbah B3 bersifat infeksius, seperti halnya limbah medis dan bersifat beracun," ujar Rasio, (16/04).

Dikatakan Rasio, penyidik KLHK akan menjerat Pelanggaran terkait pengelolaan limbah B3 dengan Pasal 102, 103, dan 104 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaku akan terkena acaman hukum penjara paling singkat satu tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan masimal Rp3 miliar.

"KLHK juga akan melakukan Penegakan Hukum Perdata dengan melakukan verifikasi dan perhitungan oleh tenaga ahli mengenai besarnya ganti rugi dan biaya pemulihan lingkungan," ujar Rasio.

Sementara itu, berdasarkan data Dirjen Gakkum KLHK, pada kasus pengelolaan limbah B3, sejak 2015 hingga Maret 2018 telah diterbitkan sanksi administratif pada 61 perusahaan. Telah dilakukan proses penegakan hukum pidana pada 65 kasus, 9 kasus diantaranya telah siap untuk disidangkan di pengadilan.

“KLHK akan memprioritaskan upaya peningkatan kepatuhan, dan penegakan hukum terhadap pengelola limbah B3, baik yang dilakukan oleh perusahaan penghasil, maupun perusahaan jasa pengolah limbah," tutup Rasio. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More