Pemusnahan Limbah Medis di Industri Semen Mendesak untuk Cegah Penyakit

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 16 Apr 2018, 10:13 WIB Humaniora
Pemusnahan Limbah Medis di Industri Semen Mendesak untuk Cegah Penyakit

ANTARA/AMPELSA

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menekankan, pemusnahan limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di industri semen mendesak untuk dilakukan. Hal itu karena saat ini terjadi penumpukan limbah medis. Penumpukan diperkirakan berjumlah lebih dari 366 ton/hari yang berasal dari 2.813 unit rumah sakit.

Hal itu karena adanya penghentian kegiatan pengelolaan limbah medis akibat sanksi hukum kepada satu perusahaan jasa pengelola limbah B3. Selain itu, ada juga penghentian kerja sama oleh pihak jasa pengolah limbah medis kepada Fasyankes.

"Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan semen ini merupakan kerja sama yang dilakukan untuk percepatan penanganan limbah B3, sekaligus menjadi jalan pencegahan penularan penyakit ke masyarakat yang disebabkan penumpukan limbah," ujar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, KLHK Vivien Ratnawati, Senin (16/4).

Vivien menegaskan, metode pemusnahan tersebut aman bagi masyarakat. Itu karena pemusnahan dilakukan dengan menggunakan suhu yang mencapai 1.400 hingga 2.000 derajat celsius.

"Itu aman, karena limbah masuk ke dalam tanur clinker industri semen yang musnah terbakar pada suhu sangat tinggi," ujarnya.

Vivien mengatakan tanur clinker memiliki Continues Emission Monitoring (CEM) untuk memantau emisi udara, prosedur handling, tanggap darurat, hingga risk assessment yang baik untuk setiap aktivitas pengumpanan. Pabrik semen juga memiliki pengujian kualitas semen yang ketat sesuai standard Indonesia dan internasional.

"Penegasan ini penting dan mendesak disampaikan karena adanya pemberitaan palsu atau hoaks yang menyatakan produk semen tercemar limbah B3," ujar Vivien.

Vivien mengatakan pemusnahan limbah medis di tanur semen sudah diakui aman secara internasional. Seperti yang tercantum dalam Technical Note Basel Convention, Konvensi yang diprakarsai oleh PBB terkait dengan ketentuan pengelolaan limbah B3. Indonesia merupakan salah satu dari sekitar 170 negara yang menjadi anggota Konvensi.

Suhu pembakaran panas yang sangat tinggi di tanur mampu membunuh kuman, sehingga mencegah penyebaran penyakit. Jadi tidak benar bila dikatakan metode tersebut akan menimbulkan penyebaran penyakit kepada masyarakat.

Ia mengatakan, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 176 tahun 2018 perihal Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasyankes di industri semen hanya berlaku selama 6 bulan.

Perusahaan yang terlibat ialah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, PT Semen Padang dan PT Cemindo Gemilang.

Mereka akan mengolah limbah medis yang sudah terlanjur menumpuk. Bersamaan dengan itu, KLHK juga terus melakukan pembinaan dalam upaya pengurangan, pemilahan dan alternatif pengelolaan limbah medis. Serta mendorong investasi pengolahan limbah medis terutama di wilayah yang belum terjangkau oleh jasa pengolah limbah medis.

Saat ini, hanya terdapat enam jasa pengolah limbah medis yang aktif, terdiri dari lima di Pulau Jawa dan satu di Kalimantan, dengan total kapasitas 134,40 ton/hari. Sisanya dikelola 86 rumah sakit yang telah memiliki insinerator memenuhi standar teknis yang mampu mengolah limbah sekitar 68 ton/hari. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More