Silva Bawa PSIS Hancurkan PSMS

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Minggu, 15 Apr 2018, 20:36 WIB Sepak Bola
Silva Bawa PSIS Hancurkan PSMS

Ist

DEJA VU seakan terjadi di Magelang saat penyerang PSIS Semarang Bruno Silva tampil sebagai pahlawan bagi timnya. Pesepak bola asal Brasil ini mencetak hattrick dan satu umpan matang untuk membawa Mahesa Jenar--julukan PSIS-- menang telak 4-1 atas tamunya PSMS Medan dalam pekan keempat Liga 1 2018, Minggu (15/4) sore.

Silva seperti menduplikasi keberhasilan Silva yang lain yakni penyerang Persebaya Surabaya David da Silva. Torehan serupa disarangkan oleh David da Silva disaat Persebaya melawat ke markas PS TIRA di Bantul, Jumat (13/4) lalu. Skor pertandingan pun berakhir sama 4-1, bahkan kedua pemain sama-sama berkepala plontos.

Bruno Silva membuatnya pecah telur setelah keran golnya macet di tiga laga awal. Tapi yang membuat pencapaian ini lebih spesial karena sehari sebelum pertandingan Silva genap berusia 27 tahun.

"Gol Bruno membuat konsentrasi pemain kami buyar dan mengendorkan mental kami. Kami membuat banyak peluang tapi gagal menjadi gol. Ini kekalahan yang menyakitkan untuk kami," jelas Asisten Pelatih PSMS, Yusuf Prasetio.

Mantan pemain Botafogo ini mulai menunjukkan ketajamannya di akhir babak pertama. Silva merobek gawang Dhika Bhayangkara dengan tendangan bebas di menit ke-41. Dua menit berselang, umpan yang dikirimnya sukses dimaksimalkan oleh Ibrahim Conteh. Babak pertama ditutup dengan skor 3-0 setelah Silva mencetak gol keduanya.

Usaha Ayam Kinantan--julukan PSMS-- untuk bangkit sempat terlihat usai turun minum. Tepatnya di menit ke-50, Frets Butuan berhasil memperkecil ketertinggalan dengan sepakan dari jarak dekat. Namun, asa mengejar defisit gol tim tamu harus musnah di menit ke-64. Silva mencetak gol ketiganya dengan tendangan melengkung indah. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More