Alicia Keys Disparitas Gender Industri Hiburan

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Senin, 16 Apr 2018, 01:45 WIB Hiburan
Alicia Keys Disparitas Gender Industri Hiburan

AFP PHOTO / ANGELA WEISS

PENYANYI pop sekaligus pencipta lagu asal Amerika Serikat, Alicia Augello Cook atau lebih dikenal dengan Alicia Keys, 37, mengangkat disparitas mengenai gender di dunia hiburan.

Pelantun hit Girl on Fire itu bahkan mengambil kesempatan tersebut untuk melontarkan kritik pada President Academy Awards Neil Portnow yang pernah mengatakan bahwa musisi perempuan kurang banyak menerima penghargaan di Grammy Awards dan perempuan perlu meningkatkan diri mereka.

"Kami bahkan lebih bersemangat. Lihat sudah yang dilakukan perempuan di sekeliling kita. Perempuan ada pada jabatan penting, perempuan bersatu di industri hiburan, perempuan menuntut untuk mengakhir disparitas di industri musik seperti kesetaraan di panggung Grammy. Kami dikatakan perlu meningkatkan diri? Apakah Anda baru merasa sekarang?" ujar Alicia ketika dia menerima penghargaan dalam Variety's Power of Women, di New York pada Jumat (13/4).

Tidak hanya itu, Alicia juga mengangkat pentingnya kesertaan dalam hal pekerjaan termasuk gaji. Dia mengatakan ada disparitas dari segi pendapatan antara Claire Foy dan Matt Smith dalam seri Netflix The Crown. Foy yang berperan sebagai Ratu Elizabeth dalam seri drama TV tersebut dibayar lebih rendah jika dibandingkan dengan rekan mainnya Matt Sminth.

"Judulnya The Crown (mahkota), bercerita tentang ratu, lantas kenapa pangeran dibayar lebih tinggi dari ratu? Jadi apakah ratu akan mendapatkan uangnya? kata Alicia seperti dikutip dari www.aceshowbiz.com.

"Negara ini perlu tahu, saya di sini mewakili suara perempuan. Bukan hanya pekerja perempuan. Saya juga melihat laki-laki, mereka bahkan terlihat agak kaget. Saya ingin kita ada dalam satu suara membuat perubahan dalam budaya ini," katanya.

Alicia juga bercerita mengenai manajer pribadinya, Jeff Robinson, yang memperlakukan dia setara. Padahal, saat itu usianya baru 14 tahun. Tidak lupa, Alicia juga berterima kasih kepada Anita Hill sebagai pelopor dari acara tersebut dan berani melakukannya. "Dia juga berbicara menentang kekerasan yang dilakukan aparat terhadap orang kulit hitam," tutur Alicia.

Pendiri badan amal
Alicia menerima penghargaan sebagai salah satu pendiri Keep Child Alive, sebuah badan amal untuk orang dengan HIV. Dia melakukan trip ke Afrika Selatan 16 tahun lalu, untuk melakukan kegiatan sosial. Selain itu, Alicia juga sempat menggelar konser amal di Cape Town, Afrika Selatan, sebagai bagian dari proyek dari MTV untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan HIV. Perempuan kelahiran New York itu mengunjungi sejumlah negara, bertemu dengan para penyintas penyakit tersebut.

Di Soweto daerah di Johannesburg, dia bertemu dengan anak-anak yatim piatu karena AIDS yang terpaksa membesarkan adik mereka sekaligus bekerja. Alicia mendeskripsikan banyaknya anak perempuan yang berada pada kondisi tersebut dan dipekerjakan di industri seks untuk bertahan hidup. Sekembalinya dari perjalanan tersebut, Alicia mendirikan Keep Child Alive bersama aktivis Leigh Blake pada 2003. (H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More