Diakui Berbeda, Soal UN Tahun ini DIklaim Tingkatkan Nalar Siswa

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Minggu, 15 Apr 2018, 18:18 WIB Humaniora
Diakui Berbeda, Soal UN Tahun ini DIklaim Tingkatkan Nalar Siswa

Antara
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun 2018 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Tarcisius di Dumai, Dumai, Riau, Senin (9/4).

KESULITAN mengerjakan soal yang dikeluhkan para siswa selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 9-12 April, disebut sebagai upaya untuk mendorong siswa agar bernalar tingkat tinggi (High Order Thinking Skills /HOTS).

Kepala Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, pemerintah menginginkan kualitas soal UN ditingkatkan dari waktu ke waktu. Untuk penyelenggaraan tahun ini, soal dibuat dengan mengacu pada konsep tersebut. Menurutnya, itu lah alasan soal-soal tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Tahun ini, 10% dari jumlah soal yang memerlukan daya nalar tinggi khususnya pada matematika. Pada soal Matematika SMA, SMK, dan Paket C th 2018, ada soal isian singkat sebanyak 10 persen," ucap Bambang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ujarnya, mengharapkan para siswa mencapai berbagai kompetensi dengan penerapan HOTS. Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis (criticial thinking), kreatif dan inovasi (creativity and innovation), kemampuan berkomunikasi (communication skill), kemampuan bekerja sama (collaboration) dan kepercayaan diri (confidence).

Hal ini dipaparkan BSNP menjawab tudingan bahwa soal UN tahun ini tidak sesuai kisi-kisi. Media sosial sepekan ini gaduh dengan keluhan peserta UNY atau UN tingkat SMA yang digelar pada 9-12 April 2018. Mereka menyampaikan kritik, keluhan, hingga sindiran tentang soal UN yang dinilai terlalu susah dan tidak sesuai kisi kisi, terutama untuk mata pelajaran matematika, fisika dan kimia dan ekonomi. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More