Ratusan Miliar Disiapkan untuk Datangkan Dosen Asing

Penulis: Sri Utami Pada: Minggu, 15 Apr 2018, 16:56 WIB Humaniora
Ratusan Miliar Disiapkan untuk Datangkan Dosen Asing

ilustrasi--thinkstock

KEBIJAKAN pemerintah untuk mendatangkan tenaga dosen luar negeri ke Tanah Air telah digodok sejak setahun terakhir. Kementerian Riset dan Teknologi telah menyiapkan anggaran ratusan miliar untuk mendatangkan tenaga intelektual tersebut dari berbagai negara Eropa dan Asia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ali Ghufron Mukti mengatakan tenaga ahli ini didatangkan melalui berbagai tahapan dengan spesifikasi dosen hingga jenjang pendidikan profesor. Universitas di berbagai daerah nantinya diminta membuat proposal untuk mendatangkan dosen dari negara lain.

"Universitas di Indonesia nanti akan ajukan itu dan kami biayai melakukan untuk melakukan penelitian dan supervisi juga melakukan penemuan-penemuan," ujarnya.

Spesifikasi dosen tersebut lanjutnya tidak sembarangan. Mulai dari dosen senior di negara mereka hingga taraf profesor yang telah mendapatkan hadiah Nobel.

"Jadi ada program World Class Professor (WCP) tipe A. Mereka adalah profesor asing setingkat peraih hadiah nobel. Ini ada grupnya. Sedangkan tipe B itu untuk dosen seniornya," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan kebijakan ini memfokuskan pada pengetahun sains, pertanian, infrastruktur, teknologi, energi, ketahanan pangan, kedokteran serta transportasi.

"Kami sekarang sedang menghitung berapa kebutuhan hingga tenaga terdidik 2024. Karena selama ini tenaga terdidik kurang relevan dengan yang dibutuhkan," ungkapnya.

Hingga saat ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran tersebut dari gelontoran APBN serta pembiayaan lain dengan negara lain.

"Ada anggaran seluruhnya dari kami tapi ada bagi dua dengan kerja sama dengan negara lain," imbuhnya.

Rencananya tenaga terdidik ini akan didatangkan dari beberapa negara yakni Prancis, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Taiwan, dan Australia.

Sebelumnya, Kemenristekdikti berencana mendatangkan 200 dosen asing. Salah satu skema mendatangkan dosen asing itu adalah melalui program World Class Professor (WCP). Tahun lalu program WCP menghadirkan 87 profesor. Terbanyak dari Jepang. Tahun ini jumlahnya tidak jauh berbeda. Selama ini kedatangan dosen asing hanya memiliki durasi singkat untuk berdomisili dan mengajar di bernagai daerah sehingga peningkatan mutu pendidikan dari pengajaran mereka tidak maksimal. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More