Karena Mereka Ingin Eksis pun Bermakna

Penulis: Wan/M-1 Pada: Minggu, 15 Apr 2018, 11:08 WIB Humaniora
Karena Mereka Ingin Eksis pun Bermakna

BERAWAL dari Balai Kota DKI Jakarta, kiprah mereka kini berdampak ke penjuru Nusantara. Pembelajaran selama menjadi anak magang itu berdampak dalam, pun mangalir sampai jauh.

Fiona Handayani, Direktur dan Co-Founder Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), lembaga riset dan advokasi independen di bidang kebijakan pendidikan, salah satunya.

Saat dijumpai Kamis (12/4), di kantornya yang berkonsep ruang kerja bersama, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Fiona dan dua kawannya sedang memproyeksikan riset kemampuan literasi di Sumatra Utara dan Kepulauan Mentawai.

Targetnya, riset yang mendasari perumusan kebijakan di bidang pendidikan itu bisa diterima lintas kementerian dan lembaga, pun tetap dipakai kendati pejabat yang jadi mitranya tak lagi di posisi itu.

"Saat ini fokusnya pada kebijakan kualitas pendidikan, terkait karakter dan literasi, kami sedang membantu Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud," kata Fiona, alumnus Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat (AS) dan sempat berkarier di PT Unilever Indonesia serta Mckinsey & Company sebelum terjebak cinta pada urusan kebijakan gara-garanya interaksi dengan anggaran dan urusan tata Kota DKI pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Berkontribusi untuk memperbaiki wajah Indonesia, dengan langsung mengarah pada otaknya, lembaga pembuatan kebijakan, agar masuk sistem dan dampak yang dihasilkan lebih bermakna, juga dilakukan Priska Sufhana. Dari semula berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan, pusat pemerintahan provinsi DKI, ia kini mondar-mandir ke Medan Merdeka Timur, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Priska yang lulusan S-2 hukum University of Michigan Law School, Ann Arbor, AS itu tergabung dalam Satuan Tugas Pemberantasan (Satgas) Penangkapan Ikan secara Ilegal yang tersohor dengan aksi penenggelaman kapal pencuri ikan. Ia kini terlibat dalam tim perumus kebijakan manajemen perikanan berkelanjutan.

Ide segar dan komitmen para milenial idealis di angkatan kerja pada pusaran pembentukan kebijakan negeri ini bisa menjadi kabar gembira bagi para pemimpin yang keren di mata mereka. Namun, mereka bisa sangat nyinyir pada pemimpin yang tak lurus.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More