Pluralisme selalu menjadi DNA Indonesia

Penulis: Henri S Siagian Pada: Sabtu, 14 Apr 2018, 21:03 WIB Internasional
Pluralisme selalu menjadi DNA Indonesia

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

PRESIDEN Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menjadi salah satu dari 10 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia untuk kategori politisi.

Hal itu berdasarkan daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia sepanjang 2018 yang disusun oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang bermarkas di Yordania.

Dari tokoh dunia dengan kategori politisi, Presiden Jokowi menempati posisi sembilan.

Adapun dari daftar 50 orang muslim paling berpengaruh di dunia dengan mengadopsi beragam kategori, Presiden Jokowi menempati posisi 16.

Presiden Widodo adalah presiden RI pertama yang tidak berasal dari militer atau elite politik. Jokowi dikenal sukses dan dekat dengan konstituen sejak menjadi wali kota Surakarta, Jawa Tengah. Dia juga dikenal sebagai politisi bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Beragam keberhasilan Jokowi berlanjut saat menjadi gubernur DKI Jakarta.

Menurut RISSC, Jokowi menjadi terkenal dengan kebiasaan blusukan atau melakukan kunjungan secara mendadak. Blusukan menjadi momentum melihat dan mendengar langsung beragam keluhan maupun kritik dari masyarakat. Blusukan juga menjadi kesempatan dirinya untuk mengembangkan hubungan pribadi yang kuat dengan publik.

Dalam terbitan tersebut, RISSC mengambil kutipan Presiden Jokowi seputar pluralisme di Indonesia yakni, "Pluralism has always been a part of Indonesia's DNA. Despite many challenges, Islam in Indonesia has always a force for moderation. (Pluralisme selalu menjadi DNA Indonesia. Meskipun banyak tantangan, Islam di Indonesia selalu menjadi kekuatan untuk moderasi)."  (Hnr)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More