Kesaksian Seorang Jurnalis Saat Serangan Jelang Subuh di Damaskus

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Sabtu, 14 Apr 2018, 20:20 WIB Internasional
Kesaksian Seorang Jurnalis Saat Serangan Jelang Subuh di Damaskus

AFP

DANNY Makki, seorang jurnalis lepas yang bermarkas di Ibu Kota Suriah, mengatakan, dia dibangunkan pada pagi hari karena serangan di Damaskus.

"Awalnya sangat mengerikan," katanya kepada CNN.

Makki mengatakan dirinya mendengar sekitar 12 serangan terpisah.

"Pertahanan udara Suriah mulai meluncurkan rudal dan pelacak api di langit dalam upaya untuk menjatuhkan beberapa rudal. Kamu bahkan seperti mendengar suara jet di langit."

Segera setelah serangan senjata kimia yang dituduhkan pada 7 April, tambah Makki, semua orang di Damaskus dan Suriah waspada.

"Tetapi ini secara bertahap mereda karena serangan tampaknya tidak datang lagi."

Makki mengatakan orang-orang sangat syok dan terkejut oleh serangan AS dan sekutunya, Inggris dan Prancis, menjelang subuh, Sabtu (14/4).

"Setelah sekitar dua jam kekacauan awal, orang-orang kembali ke kehidupan mereka," urai Makki. "Orang-orang di sini telah menghabiskan tujuh tahun dalam perang sehingga mereka sudah terbiasa. Hidup berangsur-angsur kembali normal sekarang."

Secara terpisah, Firas Abdullah, seorang aktivis antipemerintah yang baru-baru ini dievakuasi dari Ghouta mengatakan, serangan itu hanya serangan biasa.

"Kami tahu dampak serangan ini. Ini tidak cukup untuk menghentikan (Presiden Suriah) Bashar al-Assad," katanya kepada CNN. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More