Terapi Terbaik Olah Rasa dan Tubuh

Penulis: (Wan/X-7) Pada: Minggu, 15 Apr 2018, 02:40 WIB Weekend
Terapi Terbaik Olah Rasa dan Tubuh

MI/ADAM DWI

MENARI dengan diiringi musik memang mengasyikkan, itulah yang dialami para penari di Dancewave Center (DWC). Menari dengan genre apa pun bukan hanya bicara estetika gerakan, melainkan bisa juga menyehatkan. Sebabnya, tubuh bergerak secara dinamis, apalagi dengan entakan atau beat yang cepat, seperti hip hop.

Jumlah kalori yang terbakar pun akan berbeda, misalnya untuk belly dance dengan beragam gerakan hasilnya berbeda pula. Mulai dampak kecil, menengah, dan besar dalam membakar kalori. Tari perut dengan gerakan ringan yang dilakukan selama 1,5 jam bisa membakar 120 kalori. Dampak lain yang dirasakannya pun beragam, seperti tubuh menjadi lentur, bentuknya bagus, lebih percaya diri, dan lebih bisa mengontrol diri.

Dampak itulah yang dirasakan Adit sejak ia menekuni dunia tari sejak 2009. “Saat menari otomatis bukan hanya tubuh yang bergerak, melainkan hati juga jadi bahagia. Menari adalah terapi terbaik,” tambah Adit. Apalagi, dengan kondisi tubuhnya berbadan dua, ia tidak pernah absen menari. Ia mengaku masih bisa mengikuti tarian dengan langkah lebih sederhana, seperti memutar atau melenggak-lenggok pinggulnya. Adit percaya menari pun bisa menjaga kebugaran dan membantu dirinya dalam proses persalinan karena bisa menguatkan panggul dan perut. Manfaat serupa juga dirasakan

Mifta, baginya menari merupakan belajar untuk mengolah rasa. “Menari adalah soal rasa. Mendengarkan musik dan meluapkannya melalui gerakan tari adalah suatu keuntungan bagi saya apalagi bisa menghasilkan sebuah karya,” jelasnya. Saat mendengarkan lagu, Mifta
merasakan ketukannya dan terhanyut dalam musik. Terkadang ada bagian yang merasa cocok dengan sebuah gerakan sehingga ia coba lakukan dan kembangkan menjadi sebuah penampilan tari secara utuh. “Ibarat menunjukkan sebuah rasa dalam gerakan, menari bisa menjadi pilihan. ketika bosan dengan pekerjaan atau bahkan mengekspresikan diri dalam segala suasana. (Wan/X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More