Adu Kuah Rempah Kota Anging Mammiri

Penulis: FATHURROZAK Pada: Minggu, 15 Apr 2018, 01:00 WIB Weekend
Adu Kuah Rempah Kota Anging Mammiri

FOTO-FOTO: DOK JFFF

SEMILIR angin malam di Utara Jakarta mengantarkan Media Indonesia pada deretan tenda yang sedang beradu di Kampoeng Tempo Doeloe di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading. Pilihan jatuh pada kuah rempah, coto makassar. Coto makassar milik Haji Hasan
Daeng Tayang yang saya cicipi memang sedang ‘mangkal’ di Jakarta. Coto makassar itu merupakan salah satu dari 10 Soto Nusantara yang terpilih. Layaknya menyantap coto, potongan ketupat dimasukan ke kuah coto daging yang penuh rempah. Rempah berwarna kecokelatan pekat memang menjadi kekuatan utama kuliner Makassar ini.

Rempah yang digunakan, seperti jahe, lengkuas, dan serai sehingga kuah yang dihasilkan mampu memberik rasa hangat di tenggorokan. Potongan dagingnya pun cukup besar tetapi empuk dan tidak alot. Semua berpadu dengan lengkap sebagai penghangat perut saat dingin malam. Di samping tenda coto makassar Haji Hasan Daeng Tayang, ada pallubasa onta makassar. Saat melihat sekilas, saya sempat menduga, apakah ada bagian dari hewan unta yang menjadi bahan baku makanan? “Kami buka di Jalan Onta, Kota Makassar. Kalau pallubasa itu artinya makanan yang berkuah,” jelas Ruslan R pemilik dari pallubasa onta makassar bersama lima pekerja termasuk sang ibu yang meramu menu, ia juga sedang mampir ke Jakarta.

Pallubasa hampir mirip dengan coto makassar. Sama-sama menggunakan daging sapi dan rempah-rempah sebagai bahan utama. Bedanya, dalam prosesnya, pallubasa memasak daging sapi beserta rempah-rempah sehingga bumbu meresap ke dalam daging. Kuahnya juga mengandung santan. Ciri khas makanan ini ialah bumbu kelapa atau di Jawa dikenal dengan serundeng, dan sesaat sebelum disajikan kuning telur mentah ditaruh di atasnya. Penikmatnya cukup mengaduk kuning telur itu secara merata, panas dari kuah pallubasa itu yang mematangkan telur itu.

Soto
Dua hidangan khas Makassar ini dapat dinikmati dari 10 soto Nusantara. Selain soto, berbagai makanan bisa dinikmati di Kampoeng Tempo Doeloe yang merupakan rangkaian Jakarta Fashion & Food Festival. Perhelatan yang diinisiasi Summarecon bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Selain kedua hidangan itu, mereka yang ikut bersaing ialah Soto Betawi H Mamat, Soto Kadipiro Yogyakarta, Soto Kesawan Medan, Soto Madura H Ngatidjo, Soto Padang H Sutan Mangkuto, Soto Jakarta Pak H Yus, Soto Trisakti Solo, dan Tauto Pekalongan Bumbu Pekalongan. Mereka akan bersaing mendapatkan perhatian dari pengunjung. Jadi, soto apa yang anda ingin cicipi? (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More