Kredit Konstruksi masih Ganjal Pengembang Kecil

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Selasa, 10 Apr 2018, 13:55 WIB Properti
Kredit Konstruksi masih Ganjal Pengembang Kecil

ANTARA/RAISAN AL FARISI

UPAYA meminimalkan sejumlah hambatan dalam Program Sejuta Rumah (PSR) yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus digenjot Pengurus Pusat Persatuan Realestat Indonesia (REI). Salah satu hambatan yang kini disoroti ialah besarnya bunga kredit konstruksi yang membuat laju pertumbuhan rumah subsidi tersendat.

Bunga kredit konstruksi yang berada di level 13%-14% membuat pengembang kecil yang fokus pada pembangunan rumah subsidi menghadapi tantangan pembiayaan dalam mewujudkan rumah murah. Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menjelaskan situasi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pembangunan rumah subsidi yang dipatok harus dapat memenuhi kebutuhan MBR dari segi harga dan kelayakan hunian.

Di sisi lain, pengembang skala menengah ke bawah merupakan mayoritas anggota REI. "Karena itu, kami terus berupaya untuk menyiapkan akses-akses pembiayaan kepada anggota REI, khususnya pengembang skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi. Untuk pembangunan rumah, bunga kredit konstruksi yang menjadi acuan pengembang," ujar Soelaeman di Jakarta, Jumat (6/4).

Upaya terbaru dari REI untuk menjamin pembiayaan rumah subsidi dalam PSR berjalan lancar ialah kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Keduanya berkolaborasi dalam memberikan jaminan pembiayaan bagi pengembang skala UMKM dan koperasi.

Dengan kerja sama tersebut, pengembang kecil anggota REI dapat mengakses sumber pembiayaan kepada lembaga keuangan bank dan nonbank untuk proyek yang sedang dan akan dikerjakan melalui sejumlah fasilitas penjaminan yang dimiliki Jamkrindo.

"Ini merupakan sinergi dalam mendukung PSR antara BUMN dan swasta. Lewat penjaminan ini, kami mengharapkan dapat membantu cash flow pengembang sehingga lebih lancar dalam merealisasikan PSR," ucap Randi Anto, Direktur Utama Jamkrindo, seusai penandatanganan nota kesepahaman, di Jakarta, Jumat.

Produk penjaminan yang ditawarkan Jamkrindo kepada pengembang antara lain penjaminan kredit modal kerja konstruksi, penjaminan kredit pemilikan rumah (KPR), penjaminan supply chain financing (SCF), penjaminan kontrabank garansi (BG), dan surety bond.

Satu digit

Lewat penjaminan tersebut, Randi juga berharap pengembang memperoleh bunga kredit konstruksi yang lebih baik. Kreditur pun diharapkan tidak lagi memiliki keraguan terhadap pengembang skala UMKM dan koperasi dalam membangun rumah subsidi yang menyasar MBR.

Sekretaris Jenderal REI Paulus Totok Lusida berharap lembaga penjaminan kredit lain ikut bekerja sama dalam melancarkan pembiayaan bagi pengembang skala kecil tersebut. Dengan demikian, bunga kredit konstruksi satu digit yang ingin dicapai dapat segera terealisasi.

"Bunga konstruksi sekarang berada di angka dua digit. Padahal bunga deposito sudah 6%. Itu karena potensi gagal bayar (NPL) dibebankan kepada masyarakat. Jadi, dengan kerja sama ini, diharapkan NPL pun bisa turun dan membuat bunga konstruksi mencapai satu digit seperti harapan pemerintah," ujarnya.

Soelaeman menegaskan pihaknya juga akan terus berupaya mencari terobosan dalam pembiayaan modal kerja pengembang agar target 250 ribu rumah bagi MBR bisa tercapai. Sekadar informasi, REI menaungi 4.500 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekitar 3.500 perusahaan di antaranya merupakan pengembang rumah menengah bawah.

Terkait dengan kinerja Perum Jamkrindo selama 2017, laba yang bisa dikumpulkannya sebesar Rp1,02 triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp941,4 miliar. Demikian juga aset perusahaan tumbuh dari Rp13,4 triliun pada 2016 menjadi Rp14,6 triliun pada 2017. (S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More