1815: Tambora Meletus

Penulis: History | BBC | Dok.MI Pada: Selasa, 10 Apr 2018, 07:20 WIB On This Day
1815:  Tambora Meletus

wikipedia

GUNUNG Tambora meletus dan memuntahkan magma hingga 100 km kubik, melepaskan 400 km kubik debu ke angkasa setinggi 44 km dari permukaan tanah, dan menelan 117 ribu korban jiwa.

Pada 1816, akibat letusan tersebut, suhu permukaan bumi menurun dan menyebabkan pendinginan global. Tahun itu dikenal sebagai tahun tanpa musim panas. Perubahan cuaca yang drastis tersebut menyebabkan penyebaran wabah penyakit dan kelaparan akibat gagal panen di seluruh dunia.

Kedahsyatan letusan Gunung Tambora dapat dilihat dari sisa pecahan pada puncak gunung yang berbentuk kaldera. Kaldera itu memiliki diameter kurang lebih 8 km dan berkedalaman kurang lebih 5,6 km dari bibir kawah teratas. Sisa kawah kaldera pada Gunung Tambora pada saat ini merupakan kaldera paling besar yang masih aktif di dunia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More