Kisah Perjalanan dalam Berbagai Siluet

Penulis: Siti Retno Wulandari Pada: Minggu, 08 Apr 2018, 12:30 WIB Pesona
Kisah Perjalanan dalam Berbagai Siluet

DOK IFW 2018

PARTISIPASI dari sejumlah publik figur menjadi bukti, karya Anne Avantie begitu melekat di hati mereka. Mulai penyanyi Krisdayanti, aktris pendatang baru Vanesha Prescilla, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi bagian dalam pergelaran 29 tahun berkarier di industri fesyen, di pekan mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Kamis (29/3).

Pada acara bertajuk Sekarayu Sriwedari itu, busana buah karya Anne tersebut membuat perempuan tampil anggun dan apik dalam balutan gaya busana tradisional, tetapi tidak meninggalkan sisi modernitas masa kini.

Potongan kebaya tak hanya kutu baru yang memiliki bef pada bagian tengah atau gaya kebaya Kartini yang antara dua sisinya saling menyatu.

Unsur modern tampak pada kebaya bernuansa pine dengan material brokat berkerah tinggi dan memiliki cut out pada bagian dada. Sementara itu, di bagian dalamnya diberi puring emas sehingga menambah glamor (mewah) tampilan kebaya tersebut. Terlihat pula aplikasi obi dengan pita besar yang menggantung di pinggang.

Untuk bawahan, Anne menyajikan kain motif batik berlatar hitam yang bersiluet mermaid dengan detil aplikasi brokat yang warnanya senada dengan atasan.

Di sisi lain, kebaya kutu baru dihadirkan lebih segar dalam warna hitam. Bagian bef paling atas dibentuk hati yang semakin ke bawah menyempit. Aplikasi bordir daun warna hijau dan bunga merah diletakkan untuk mempercantik tampilan kebaya yang dikenakan penyanyi Krisdayanti.

"Keterlibatan saya pada industri seni diawali saat saya ikut serta di Taman Budaya Sriwedari. Itu yang membuat saya senang sekali dengan budaya, lalu belajar menari, nyanyi, hingga bermain wayang. Dari situlah saya lantas mengenal pentas seni yang dibawakan Guruh Soekarno Putra, dan berjanji pada diri untuk bisa terlibat dalam pembuatan kostum pergelarannya," ujar Anne saat jumpa pers sebelum fashion show dimulai.

Bersama para idola

Kisah kasih masa kecilnyalah yang lantas membuat Anne tergerak untuk membuat pergelaran fesyen dan bekerja sama dengan idola-idolanya, seperti Guruh Soekarno Putra (GSP) dan Waldjinah. Keinginan Anne kecil untuk bisa ikut serta dalam pagelaran GSP pun terwujud, ia menjadi bagian dalam Pagelaran Sri Panggung dan Mahadaya Cinta.

Sementara itu, untuk Waldjinah, Anne mengaku salut dan ingin mempersembahkan pergelarannya untuk maestro keroncong yang hingga kini masih terus berkutat pada seni musik tersebut.

Untuk material, lanjut Anne, tidak ada yang paling spesial. Semua berarti karena dianggap sebagai sahabat sehingga bisa menghasilkan karya yang indah.

Prada Bali, misalnya, dipakai pada beberapa karyanya. Anne juga menampilkan koleksi batik segar, seperti pada potongan atasan off shoulder dan diberi aplikasi ruffles pada bagian dada berpadu dengan celana panjang cutbray beraksen lipit.

Untuk aplikasi, Anne banyak menggunakan sulam, bordir, serta teknik tempel lainnya.

"Inspirasi saya itu dari ibu, kalau ada jarum yang berceceran dia menggunakan magnet, sehingga semua jarum bisa terkumpul dan menempel pada speaker radio. Karena itu, saya jadi menyukai aplikasi tempelan hehehe. Jangan juga meremehkan hal kecil, seperti kain sisa, benang, hingga jarum," pungkas Anne.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More