Bisnis Jastip kian Menggurita

Penulis: Zuq/M-4 Pada: Minggu, 08 Apr 2018, 08:30 WIB Humaniora
Bisnis Jastip kian Menggurita

MI/ADAM DWI

BERAWAL dari rumah sendiri, kemudian menjadi bisnis. Lina Kurniawati, 29, tidak pernah membayangkan akan menjadi jastiper atau penyedia jasa titip (jastip).

Semua dimulai ketika ia harus mengikuti suaminya pindah ke Sukabumi, Jabar. Setiap kali belanja kebutuhan isi rumah, setiap itu pula Lina mengunggah foto ke media sosial miliknya.

Dari situlah, teman-temannya tertarik dan bertanya tempat membeli, harga, serta peruntukan. "Iseng-iseng buka jastip, udah ke sini ternyata peminatnya banyak, jadi keterusan," aku ibu satu anak itu.

Lina memfokuskan layanannya untuk perabotan dan peralatan rumah tangga. Tak hanya Sukabumi, pelanggannya kini tersebar hingga Cianjur dan Bogor.

Hasilnya ternyata tak disangka hampir dua kali setiap bulannya, Lina harus berangkat ke sejumlah mal di Jakarta dan Tangerang untuk memenuhi permintaan konsumennya.

Biasanya Lina menggunakan mobil boks untuk berbelanja sendiri dan terkadang dibantu pekerjanya. Sekali belanja Lina menghabiskan Rp25 juta.

Untuk menentukan ongkos jastip, Lina menggunakan panduan sistem seperti yang dilakukan salah satu perusahaan ekspedisi (J&T). "Tapi enggak terlalu mahal kayak ekspedisi itu karena kita hitung ongkir saja," ucapnya.

Dari bisnis jastip itu, Lina mengaku bisa mengantongi keuntungan kotor Rp2 juta-Rp10 juta sekali belanja. "Aku kasih plusnya ke mereka itu konsultasi, terus aku arahin," tegasnya.

Jastip yang dilakoni Lina bukan bisnis baru. Namun, pengikut dan peminat bisnis ini kian menggurita. Jenisbarangnya bervariasi, mulai perabotan rumah tangga, fesyen,tas, kosmetik, buku, mainan, hingga makanan/minuman.

Jastiper tak ubahnya pembelanja personal (personal shopper). Seiring dengan berjalannyawaktu, mereka pun menemukan pasarnya sendiri dan bisa jadi memunculkan bisnis baru dalam ekosistem e-commerce.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More