Assemblr, dari Bandung ke Amerika

Penulis: Fathurrozak Jek Pada: Minggu, 08 Apr 2018, 03:00 WIB Weekend
Assemblr, dari Bandung ke Amerika

Dok. Pribadi

BERMARKAS di Bandung, Jawa Barat, Assemblr, perusahaan pengembang gim, bertandang ke San Fransisco, Amerika Serikat (AS), pada 17-19 Maret lalu, dalam rangkaian Game Connection 2018. Mereka dikirim melalui program open call Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Assemblr, yang lebih suka menyebut diri mereka sebagai platform user generated content ini menjadi salah satu dari delapan wakil Indonesia untuk berburu investor dan publisis di sana.

Pencapaian sebelumnya, mengikuti kompetisi inkubasi dari Y Combinator, perusahan di Mountain View, California, AS. Meski akhirnya gagal mendapat pendanaan, Assemblr sempat dipanggil untuk wawancara. Buat Risnandar, salah satu pendiri Assemblr, sampai dalam tahapan itu sudah terbilang prestasi, karena dari Indonesia, baru satu pengembang gim yang sukses mendapat pendanaan dari Y Combinator, yaitu Payfast.

Muda berkesempatan untuk mengulik dapur Assemblr bersama Risnandar, simak ya!

Gimana rasanya bisa ikut Game Connection dan Y Combinator?

Tentunya kami sangat senang dapat mengikuti kedua ajang internasional tersebut, semuanya memotivasi kami membuat Assemblr menjadi lebih baik lagi. Banyak sekali informasi yang kita dapat untuk pengembangan Assemblr selanjutnya.

Ceritakan dong peran kamu sebagai salah satu pendiri?

Sebagai co-founder, saya tentunya harus menjaga visi dan misi Assemblr sesuai dengan komitmen para pendiri lainnya. Saya juga memiliki tanggung jawab pengembangan aplikasi Assemblr, memimpin tim programmer, tim asset 2D maupun 3D dan semua tim yang terlibat dalam pengembangan aplikasi.

Perkenalan saya dengan teknologi dimulai ketika kuliah di Universitas Komputer Indonesia jurusan teknik informatika hingga bekerja Octagon Studio Perusahan ini bergerak di bidang teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan mixed reality (MR) dan merintis pendirian Assemblr di bawah bendera Octagon.

Apa saja nih yang didapat tim Assemblr sepulang dari Game Connection 2018?

Di sana kita bertemu dengan berbagai pakar gim internasional mulai developer, publisher, investor, hingga media. Beberapa perusahaan tertarik untuk membantu Assemblr untuk mengakusisi pengguna di negaranya. Semua informasi yang kita peroleh dari berbagai pakar, sangat bermanfaat dalam pengembangan Assemblr berikutnya.

Bagaimana dengan agenda Assemblr akan mandiri, lepas dari Octagon?

Betul, Assemblr akan berdiri mandiri. Saat ini telah ada investor yang tertarik untuk berinvestasi. Sejauh ini prosesnya masih berjalan dan akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan sampai semuanya selesai.

Jadi, Assemblr itu nama perusahaan sekaligus nama produk ya?

Ya, ini bukan sekadar gim, para penggunanya dibebaskan untuk berkreasi, sehingga meski baru dirilis 28 Februari 2018, sudah diunduh sebanyak 1 juta kali.

Total pembuatan Assemblr sembilan bulan, konsepnya memang masih kita share gratis. Pengguna kita ternyata sangat suka berkreasi. Oleh karena itu, kita mencoba membuat media untuk pengguna berkreasi secara bebas, kami memfasilitasi pengguna dengan berbagai teknologi baru dan sistem sosial media di dalamnya, sehingga selain dapat berkreasi, juga saling berbagi.

Banyaknya unduhan Assemblr ini tentu sangat berdampak pada pengembangan selanjutnya, karena kita memperoleh banyak feedback dari pengguna, yang disukai pengguna atau diinginkan.

Apa saja yang bisa dikreasikan dalam Assemblr?

Pengguna dibebaskan untuk menciptakan karakter yang diinginkan, membuat konten versi masing-masing.

Karakter kami, memungkinkan pengguna bebas berkreasi membuat sebuah konten realitas tertambah atau augmented reality mereka sendiri. Jadi, seperti layaknya membuat lego, tetapi menggunakan platform digital.

Ceritakan dong tentang mekanisme kerja di divisi pengembangan gim atau konten kreatif?

Mekanisme kerjanya hampir sama seperti alur pengembangan aplikasi lainnya, namun dalam pengembangan Assemblr, notabenenya adalah sebuah platform user generated content. Kami dituntut agar selalu dapat memfasilitasi ide-ide dari pengguna. Maka dari itu, inovasi sangat diperlukan agar dapat selalu relevan dengan keinginan pengguna.

Untuk mengembangkan gim kan butuh investasi yang tidak sedikit, lalu dari mana kalian mencari sumber pemasukan untuk tetap mempertahankan keberlanjutannya?

Untuk membangun Assemblr dibutuhkan dana yang cukup besar. Untuk itu dana awal dari investor akan sangat membantu. Setelah itu kami berharap pemasukan dari business proses di Assemblr, yaitu in-app-purchase dan kerja sama business to business.

Sebenarnya, ukuran kualitas gim di Indonesia merujuk ke mana?

Kualitas sebuah gim dapat dilihat dari penggunanya, semakin banyak pengguna yang memainkannya dan menyukainya, semakin baik kualitas gim tersebut. Kualitas gim di Indonesia semakin hari semakin membaik dan semakin profesional.

Sekarang dengan mudahnya orang mendapatkan gim, bahkan hanya dengan sentuhan jari, membuat semua standar kualitas merujuk ke internasional karena menurut saya target gim saat ini, yaitu pengguna di seluruh dunia.

Agenda Assemblr kedepan?

Selain sebagai media berkreasi untuk pengguna, Assemblr juga ingin mencoba membuka ruang di bidang pendidikan. Diharapkan dapat menjadi sebuah aplikasi yang membantu para pengajar dalam subjek atau pelajaran kreatifitas dan teknologi. (M-1)

Biodata:

Nama: Risnandar

Tempat, tanggal lahir: Bandung, 12 juni 1990

Pendidikan: S-1 Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

Jabatan: Co-Founder and CTO Assemblr Pte Ltd

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More