Mengarungi Galaksi, Bertemu Asteroid

Penulis: Suryani Wandari /(Wan/M-1) Pada: Minggu, 08 Apr 2018, 02:00 WIB Weekend
Mengarungi Galaksi, Bertemu Asteroid

MI/Seno

DIIRINGI alunan musik, mereka tampak asyik berjoget dengan membentuk sebuah lingkaran. Di saat-saat tertentu, mereka memecah menjadi sebuah barisan dan memperkenalkan diri satu persatu, tetapi yang Medi dengar bukan nama mereka lo, melainkan mereka mengenalkan diri dengan nama Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, hingga Neptunus.

Ya, masing-masing dari mereka mengibaratkan sebuah planet di tata surya kita, bahkan di dadanya menggantung planet yang terbuat dari styrofoam yang dihiasi kertas kraf dan glitter. Namun, tahukah sobat dari nama planet yang medi sebut, tak ada Pluto lo. Kenapa ya? Yuk cari tahu!

Program liburan

Kamis (29/3) di ruangan kelas di The Learning Castle, di Kebayoran Baru Jakarta, yang berisi enam anak itu tampak sangat ramai, mereka antusias mendengarkan cerita dari buku yang dipegang kak Septia Dwi Susanti, pengajar The Learning Castle.

Kegiatan di tempat ini memang menitikberatkan pada kegiatan membaca lo. Koleksi bukunya banyak sekali, kalian yang datang ke sini pun bebas untuk membaca tetapi dilarang menggunakan gadget. Ibu Nurbaiti Hafmaya, Co-Founder and Managing Director The Learning Castle mengatakan membaca dapat membuka wawasan apalagi bisa diterapkan sejak kecil. "Saya prihatin sekarang anak berkutat dengan gadget. Saya berharap anak-anak punya tempat dan komunitas yang bisa menemukan kebiasan-kebiasan baik sejak kecil," kata bu Nurbaiti.

Kegiatan hari itu sebenarnya merupakan program liburan yang diadakan 4 kali dalam setahun. Kali ini temanya bertajuk Travel the magical galaxy yang membahas tata surya selama 5 hari berturut-turut lo.

Pluto bukan planet

Lemari putih itu terbuka, di dalamnya terdapat sebuah televisi lengkap dengan pengers suaranya, layarnya pun menampilkan sistem tata surya. Namun, di layar itu dijelaskan ploto bukanlah sebuah planet lo sobat. Pada 24 Agustus 2006, International Astronomical Union (IAU) mengadakan voting dan debat untuk menyatakan kriteria sebuah benda di angkasa luar ini disebut planet atau tidak, yakni dengan tiga fakta. Pertama, sebuah planet harus memiliki orbit mengelilingi matahari. Sebuh planet pun harus memiliki masa yang cukup besar dengan diameter minimal 800 kilometer. Planet pun tidak boleh memotong orbit planet lain. "Setiap planet memiliki orbit mengelilingi matahari yang tidak bertabrakan satu sama lain. Pluto ini memang mengelilingi matahari tetapi orbitnya tidak beraturan dan malah menabrak orbit planet lain lo," kata pengajar The Learning Castle yang sering di panggil kak Tia.

Kak Tia pun menjelaskan ukuran Pluto sangat kecil jika dibandingkan dengan planet lain sehingga disebut sebagai asteroid. "Tapi pluto telah masuk dalam keluarga baru lo, yakni planet kerdil atau planet katai (dwarf planets) yang beranggota asteroid terbesar Ceres, Charon, Numea, dan Mekimeki," kata Kak Rizki, pengajar The Learning Castle.

Asteroid dan 2 kelompok planet

Berbicara tentang asteroid, sobat Medi ada yang tahu apa itu? Asteroid adalah sebuah benda langit yang relatif kecil jika dibandingkan dengan benda lain dan tidak aktif. Struktur badannya tersusun dari batu, karbon, dan logam. Sama seperti benda langit lain, dia juga mengorbit matahari. Jumlahnya banyak dengan mengorbitnya di antara planet Mars dan Jupiter sehingga Asteriod ini disebut juga sebagai sabuk utama asteroid.

Sabuk asteroid ini pun seperti pembatas antara rocky planet dan giant planet lo. Ya, planet yang paling dekat dengan matahari seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars disebut sebagai rocky planet karena permukaannya masih terdapat batuan. Dibatasi dengan asteroid, ada pula giant (raksasa) planet yang tentu saja ukurannya lebih besar, misalnya Jupiter diameternya mencapai 139,822 kilometer (km), sedangkan bumi hanya 12,742 km. Planet-planet ini pun bukan lagi berstruktur batuan tetapi seutuhnya gas lo sobat.

Tahukah sobat, penamaan asteroid juga berbeda tergantung letaknya lo sobat. "Reruntuhan asteroid dan komet disebut meteoroid, tetapi jika sudah memasuki atmosfer bumi dan terlihat bercahaya maka disebut meteor, dan jika mampu sampai dan menabrak permukaan tanah disebut dengan meteorit," kata kak Tia.

Komet

Jika bintang jatuh disebut meteor, lalu apa bedanya dengan komet atau bintang berekor ya sobat? Jelas beda sobat. Komet adalah benda langit yang sama-sama mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong. Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor.

Ekornya bisa mencapai ratusan kilometer lo sobat.

"Komet itu panas atau dingin?" tanya Emir kepad kak Tia. Kira-kira sobat Medi tahu enggak ya? "komet terbentuk dari kumpulan es dan debu yang membeku saat jauh dari matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Jadi panas atau dingin ya?" kata kak Tia. Tentu sobat sudah bisa menjawabnya ya

eksperimen dan Prakarya

Sudah mendapatkan materi yang begitu menarik mengenai galaksi, kini saatnya bersenang senang dengan bereksperimen dan prakarya dengan bahan sederhana dan mudah didapat membuat sebuah planet 2 dimensi.

Untuk eksperimen, kamu perlu susu, pewarna makanan, dan sabun cair. Kamu bisa melihat perubahan warna yang keren antara susu dan sabun yang saling tolak menolak. Pewarna yang ditambahkan pada susu akan terlihat menghindari sabun yang ditempelkan.

Kalian hanya perlu styrofoam bulat, kertas craft, lem, dan glitter.

Kertas craft-nya digulung hingga menyerupai batuan seperti yang ada di planet mars, yupiter atau bumi dengan beragam warna, sedangkan glitter dibuat sebagai gas pada planet tertentu. Hasilnya, keren lo sobat! (M-1)

CTY

Eksperimen

- Siapkan piring kecil, susu, beberapa pewarna makanan, sabun, dan cotton buds.

- Tuang susu di piring kecil.

- Masukkan beberapa tetes pewarna makanan beraneka warna ke susu.

- Celupkan cotton buds pada sabun cair.

- Jika sudah, tempelkan cotton buds tersebut ke area pewarna makanan di susu.

- Lihat reaksi sains yang terjadi.

Prakarya

- Siapkan styrofoam datar dengan warna masing-masing latar planetnya, kertas craft beragam warna, lem, dan glitter.

- Potong kecil-kecil kertas craft beragam warna, kalian bisa memilih hijau untuk planet bumi, warna orange untuk Mars dan sebagainya.

- Gulung dan tempelkan pada styrofoam menggunakan lem.

- Atau kalian bisa menggunakan glitter untuk giant planet sebagai gas.

- Tunggu hingga kering dan jadi deh.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More