Kami Pasti Sembuh, Kami Pasti Pulang

Penulis: Suryani Wandari Putri Pertiwi/M-1 Pada: Minggu, 08 Apr 2018, 01:40 WIB MI Anak
Kami Pasti Sembuh, Kami Pasti Pulang

MI/Duta

ANAK-ANAK penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Jakarta Pusat, itu semringah. Mereka tersenyum lebar dan kadang bercanda, meskipun di tangannya terdapat perban bekas infus. Bahkan, pada Sabtu pagi (31/3), sebagian dari mereka yang mengenakan selang pada hidungnya untuk minum dan makan, tetap bersemangat. Ikuti Medi mengikuti kegiatan mereka ya!

Berbagi kebahagiaan

Beragam hiburan seperti sulap dan membuat prakarya berupa gambarini diadakan dalam rangka hari ulang tahun organisasi politik yang bertandang ke YKAKI. "Tujuan utama dari kegiatan ini untuk menyemangati anak-anak yang ada di rumah singgah YKAKI, apalagi pengalaman menderita kanker pun pernah dirasakan anggota kami," kata kak Dimita Ajeng Sastro, ketua pelaksana.

Kak Ajeng mengatakan, kegiatan ini bertujuan menghibur dan menumbuhkan harapan untuk anak-anak yang dinaungi YKAKI.

Berobat sampai sembuh

Kedekatan BMI dengan anak-anak YKAKI memang terlihat ketika mereka Medi berjumpa Kak Liliyana, Ketua Biro Bidang Perempuan dan Anak organisasi itu yang sempat menderita kanker payudara stadium 3 pada 2015.

Kak Liliyana berjuang seperti apa yang dilakukan anak-anak YKAKI sekarang. "Kanker itu ada ujungnya kok, buktinya saya bisa sembuh dan hidup seperti semula meskipun tanpa payudara. Jadi jangan pernah menyerah dan berpikir kanker itu tidak ada ujungnya," kata kak Liliyana.

Kemoterapi

Proses pengobatan yang dilakukan Kak Liliyana pun tak pernah berhenti selama 3,5 tahun. Ia dioperasi dan menjalani kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker. Kemoterapi ini meringankan gejala atau memperkecil ukuran, mengendalikan pertumbuhan dan dapat menyembuhkan dengan menghancurkan semua sel kanker mencegah kekambuhan.

Namun, Sobat Medi, kemoterapi juga dapat memengaruhi sel sehat lo seperti kulit, usus, serta rambut. Oleh karena itu, banyak penderita kanker yang mengalami kerontokan hingga kebotakan.

"Dulu saya pun mengalami kerontokan, kulit kering seperti bersisik dan lainnya. Hal itu terjadi karena obat pada kemoterapi membunuh sel-sel di dalam tubuh," lanjut Kak Liliyana.

Mendapatkan pengobatan sampai sembuh dengan BPJS Kesehatan yang dikelola negara, kak Liliyana ingin mendedikasikan dirinya kepada negara. "Saya berutang kepada negara, saya wajib menyemangati mereka. Ini semua pasti berakhir," kata kak Liliyana.

Ingin pulang

Tidur dipangkuan ibunya, anak berumur 6 bulan penderita kanker dengan benjolan dipipinya membuat orangtuanya harus berhati-hati membaringkan anaknya dilantai. Anak dan kedua orangtuanya ini telah 2 bulan berada YKAKI untuk singgah dan berobat di rumah sakit. "Sebelumnya selama 6 bulan rutin mengonsumsi obat saja, setelah dua bulan berada di sini dengan akses mudah ke rumah sakit, benjolannya sudah mengempes," kata Pak Sugeng, sang ayah yang jauh-jauh datang berobat dari Lampung Selatan.

Tetap sekolah

Medi pun mengobrol dengan Tiara dan Salma yang bercerita, mereka yang menderita leukemia atau kanker darah, sedang berjuang melawan penyakitnya. Mereka rutin selama 5 minggu sekali periksa ke dokter. "Sekarang sih tidak sakit, tapi jika habis kemoterapi pasti sakit sekali," kata Tiara.

Meskipun begitu, mereka tak pernah mengeluh, mereka semangat belajar di Sekolahku, sekolah yang dikelola YKAKI. Keduanya mengaku ingin segera pulang dan kembali bermain bersama adik dan keluarganya. "Karena di sini hanya bisa didampingi satu orang keluarga saja. Aku ingin cepat pulang ke Serang, Banten," kata Salma yang pada April ini tepat setahun berada di YKAKI.

Mereka kini berjuang bersama dan yakin bisa pulang dengan keadaan sembuh total. "Dokter bilang kita bisa sembuh. Kami pasti sembuh dan pulang," kata Tiara.

Nanti jadi cerita

Pada Tiara dan Salma, Kak Liliyana berpesan jangan putus harapan, dan percaya suatu hari bisa mengubah dunia. "Semangat dulu untuk sembuhi diri kita melawan kanker. Jangan capek buat kemoterapi dan minum obat. Suatu hari nanti, ini pasti menjadi terlewati dan menjadi cerita," kaya Kak Liliyana. Sobat Medi juga semangatin mereka yuk!

Suara Anak

Rahmat Nurmas

Kelas 1

Aku tak bisa membuka mulut secara lebar karena ada benjolan. Aku pun memerlukan bantuan selang untuk minum dan makan. Dokter belum bisa memeriksa keadaanku, dokter memberi obat untuk kempis agar dokter bisa memeriksa dan mengambil tindakan.

Tiara

kelas 3

Aku terkena leukemia, tapi aku enggak merasakan sakit di hari-hari biasa. Sakit itu kalau sudah minum obat, tapi aku enggak pernah nyerah. Mama selalu menyemangatiku juga.

Salma

kelas 4

Di april, tepat satu tahun aku berada di sini. Kangen sekali ingin pulang dan main sama adik di Lampung. Aku pasti sembuh.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More