Aneka Sarapan Sehat Khas Pulau Kei

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Minggu, 08 Apr 2018, 00:05 WIB Weekend
Aneka Sarapan Sehat Khas Pulau Kei

MI/FERDIAN

SARAPAN merupakan makanan paling penting dalam keseharian. Banyak pilihan makanan yang bisa dikonsumsi untuk memberikan tenaga dalam beraktivitas. Di Pulau Kei, Maluku Tenggara, banyak pilihan yang menarik untuk dikonsumsi di pagi hari.

Pisang Goreng Enbal

Bersantai sambil menikmati pisang goreng sambil meminum segelas teh atau kopi tentunya menyenangkan. Bila biasanya pisang kepok, pisang nangka, atau pisang raja yang dibalut tepung sebelum digoreng. Di Pulau Kei, masyarakat sarapan dengan membuat pisang enbal goreng.

Di sebuah restoran, kawasan Kolser Loon, Langgur, Maluku Tenggara, pisang goreng disajikan sebagai makanan pembuka. Menariknya, pisang dicocol dengan sambal, terasa sedikit pedas dengan rasa manis yang lebih dominan. Jika tanpa sambal, rasanya tidak begitu manis dan lebih dominan rasa tepungnya. Uniknya tepung yang digunakan bukan tepung sembarangan, melainkan tepung singkong.

Pemilik restoran, Petronika Meyske Toliaso, mengatakan enbal sebenarnya merupakan singkong beracun. Namun, penduduk asli pulau berjuluk Tual ini mengolahnya menjadi makanan pokok. Termasuk adonan utama pisang goreng. Sebelum dimasak, singkong harus lebih dulu diparut serta diperas.

"Singkong ini mengandung sianida. Jadi parutan singkong itu diperas supaya keluar asam birunya. Itulah racunnya. Setelah diperas, parutan enbal dikeringkan, lalu diayak hingga berbentuk seperti bubuk. Bubuk enbal kemudian diuleni untuk diolah menjadi kulit pisang goreng," katanya.

Sementara itu, pisang yang dimasak bersama enbal berjenis pisang sepatu. Pisang sepatu bukan pisang yang enak dikonsumsi mentah. Rasanya sepat dan manisnya sedikit kecut. Maka, ketika diuleni dengan tepung enbal, rasanya menjadi perpaduan gurih, asam, dan kenyal.

Restoran Meyske yang buka pukul 09.00 WIT hingga dini hari itu mematok harga Rp20 ribu satu porsi. "Satu porsi isinya delapan. Biasanya dihidangkan dengan sambal sebagai cocolan," sebutnya.

Untuk sambal, katanya dibuat dari cabai, tomat, bawang merah, dan tambahan terasi dobu serta sedikit perasan jeruk nipis. Semua bumbu digoreng terlebih dahulu, lalu dihaluskan.

Bagi mereka yang baru ke Maluku, mungkin merasa aneh makan pisang goreng dengan sambal. Namun saat dicoba, ternyata rasanya enak dan bikin ketagihan.

***

Enbal, Singkong Beracun

Selain dijadikan tepung untuk pisang goreng. Enbal atau Embal juga bisa disajikan terpisah atau menjadi penganti nasi dan ditambah aneka lauk khas Kepulauan Kei. Selain itu, Enbal bisa juga dikonsumsi saat sarapan dengan dicelupkan dalam minuman teh dan kopi atau camilan.

Tidak seperti pulau tetangganya, Papua. Mereka mengonsumsi sagu dan papeda, masyarakat kepulauan Kei justru mengonsumsi singkong. Bukan singkong biasa, jenis singkong yang dikonsumsi beracun yang disebut kasbi. Umumnya, kasbi justru dianggap hama dan tidak dikonsumsi di beberapa daerah lain.

Hasil olahan singkong itu menjadi Enbal, memiliki rasa tawar, tekstur keras, warna putih, dan bentuk serta ukurannya yang besar tetapi bervariasi. Sebagai alternatif pangan pokok, Enbal dimakan dengan cara dicelupkan ke dalam kuah hingga lembek atau dikonsumsi bersama lauk pauk, sebagaimana layaknya mengonsumsi nasi.

Petronika Meyske Toliaso, menambahkan, membuat Embal tidaklah sulit. Yang terpenting ialah proses menghilangkan racun yang ada dalam kasbi tersebut. Mulai proses parutan halus hingga menjadi tepung dan kemudian diolah sesuai dengan selera masing-masing.

Sebenarnya, enbal yang masih berupa tepung ini sudah layak santap. Tapi orang-orang Kei piawai mengolahnya menjadi sajian lain. Ada enbal bubuk, enbal lempeng, stik enbal, enbal bunga, enbal kacang, hingga enbal manis aneka rasa.

***

Ubi, Pengganti Nasi

Sudah jadi kebiasaan masyarakat Kepualuan Kei menjadikan ubi sebagai alternatif pengganti nasi. Biasanya ubi hanya direbus atau digoreng dengan tepung sebagai kudapan.

Tidak di sana, ubi dikonsumsi bersama sayur tumis atau sayur ikan kuah kuning. Bagi yang tak biasa, akan terasa aneh. Saat mencobanya, rasa manis ubi, melebur jadi satu dengan asam segarnya ikan sayur kuah kuning dan gurihnya tumis sirsir.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, mengatakan kebiasaan masyarakat Kei rajin mengonsumsi ubi ternyata ada alasannya. Ubi dianggap makanan sehat dan berkhasiat.

"Ubi juga diyakini sebagai obat pencegah asam urat. Orang Kei itu jarang ada yang kena asam urat karena sering makan ubi ungu dan merah. Ini obat asam urat alami," sebutnya.

Tak hanya dikonsumsi, biasanya mereka yang sudah telanjur terkena asam urat pun bisa diobati dengan ubi. Caranya sederhana saja, cukup diolesin parutan ubi di dengkul atau di bagian yang terasa sakit.

***

Lat, Rumput Laut Cegah Kanker

Sarapan sehat lainnya lat atau rumput laut. Sajian ini dapat ditemui di hampir seluruh wilayah Kepulauan Moluccas. Di Kepulauan Kei, lat menjadi hidangan yang spesial sepanjang hari. Khususnya sarapan, lat bisa dimakan tanpa pendamping atau disantap bersama ikan bakar.

Saat kami mencobanya, lat rumput laut terasa tawar tapi segar seperti agar-agar. Tekstur rumput laut yang bergelembung akan pecah ketika dikunyah di mulut. Namun, rasanya akan berbeda jika diaduk dengan bumbu urap, rasanya sedikit pedas dan gurih.

Buddi menjelaskan karena rajin mengonsumsi tumbuhan laut ini, orang asli Kei jarang yang mengalami gondok atau kanker. Menurutnya, lat memiliki kandungan zat penangkal kanker dan garam yang bisa mencegah gondok.

"Enbal pun begitu, saat racun sianidanya sudah dihilangkan dengan proses panjang, makanan khas pulau Kei sejenis singkong ini juga bisa jadi penangkal kanker. Dulu ada dokter yang bilang, kebanyakan orang Kei sehat-sehat. Bahkan, dari 10 orang Kei, belum tentu ada satu orang yang menderita kanker," jelas Budhi

Jadi, karena itulah mengapa selalu ada ubi, enbal, dan lat dalam menu sarapan masyarakat Kepualuan Kei. Tiga bahan makanan ini dianggap menu sehat orang Kei karena memiliki banyak khasiat bermanfaat.

Untuk Anda yang ingin menikmati hidangan Lat, bisa dijumpai di warung makan atau restoran mana pun di seluruh Kei. Harganya dipatok berkisar Rp15 ribu per porsi.

Bila ingin tahu lebih tentang budi daya lat, wisatawan bisa datang ke Desa Ohoi Evu. Desa ini pusat pertanian rumput laut. Pasalnya, sebagian besar penduduknya petani tanaman laut. Rumput laut akan ditanam pada waktu tertentu dan dipanen setelah 40 hari masa penangkaran di air.

Tidak hanya itu, kami juga melihat langsung proses pembibitan hingga panen rumput-rumput laut. Mulai rumput laut yang masih basah berwarna merah hingga yang sudah kering. Bagaimana Anda tertarik berkunjung dan menikmati kuliner khas kepulauan Kei?

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More