Karena Limbah, Boracay Kehilangan Jutaan Dolar

Penulis: AFP/Irene Harty/I-1 Pada: Sabtu, 07 Apr 2018, 15:00 WIB Features
Karena Limbah, Boracay Kehilangan Jutaan Dolar

AFP/ERNESTO CRUZ

HARAPAN perancang pernikahan Ronald Soncio untuk meraup ribuan dolar Amerika Serikat harus musnah. Belasan pesanan pernikahan, sebagian besar dari calon pengantin dari negara-negara Eropa, yang akan menggelar pernikahan di Pulau Boracay, Filipina tengah, harus dibatalkan.

Bahkan kliennya yang sudah tiba di pulau itu juga telah mengepak koper mereka dan meninggalkan pulau kecil populer itu. "Ini sangat sulit karena upacara pernikahan akan digelar bulan depan. Ini mengerikan," ujar Soncio.

Usaha pernikahan pantai di pulau yang didatangi jutaan turis itu merupakan korban langsung dari kebijakan Presiden Rodrigo Duterte yang menutup pulau itu. Boracay yang terkenal di dunia dengan resor pasir putihnya itu harus ditutup karena dugaan masalah pencemaran limbah mentah.

Duterte menyatakan penutupan pulau untuk wisatawan akan dilakukan hingga enam bulan sejak 26 April. Di bawah rencana pemerintah, polisi bahkan tentara, akan dikerahkan untuk menjauhkan wisatawan dari pulau kecil di Filipina tengah itu.

Penduduk pulau itu sendiri akan diberikan kartu pengenal khusus untuk memastikan keberlanjutan akses sementara Boracay direhabilitasi.

Larangan itu telah memicu kekacauan terhadap para pengelola wisata di pulau tersebut. Ribuan pesanan hotel, restoran, operator tur, dan perusahaan harus dibatalkan.

"Beberapa orang mengecam kami kami... Itu jahat," kata Presiden Direktur Penjualan dan Pemasaran Hotel Christine Ibarreta.

"Saya harap (tidak akan ada) kekacauan dan keributan. Kami hanya ingin menyampaikan sesuai dengan aturan," tambahnya.

Ibarreta mengatakan ratusan ribu pesanan yang dibuat dua tahun sebelumnya dengan potensi jutaan dolar untuk hotel dan layanan lainnya harus dibatalkan dan dikembalikan, atau dipesan ulang.

Larangan wisata itu juga berarti industri akan kehilangan sebagian dari 17.000 pekerja di Boracay. "Jadi, kami harus melatih orang-orang (setelah larangan dicabut) dan itu mahal," tambah Ibarreta.

"Beberapa orang baik-baik saja, tapi beberapa lainnya tidak mengerti," kata operator tur Clang Garcia.

Penutupan pulau itu juga mengacaukan jadwal penerbangan domestik. Pada Kamis (5/4) sejumlah maskapai harus menjadwal ulang jumlah penerbangan mereka ke pulau seluas 1.000 hektare itu.

Domingo Enerio, mantan Kepala Badan Promosi Pariwisata pemerintah mengatakan beberapa pesanan yang dibatalkan tidak dapat dikembalikan dan harus dinegosiasikan ulang atau dikreditkan untuk penggunaan di masa mendatang.

Enerio mengatakan Boracay menyumbang sekitar 20% dari pendapatan pariwisata negara. Penutupan itu membuat Enerio mengkhawatirkan dampak jangka panjang pada citra Filipina sebagai tujuan pariwisata.

"Secara keseluruhan terlihat suram. Boracay pasti akan terpukul dan industri pariwisata Filipina akan terpukul," kata Enerio.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More