Kegigihan Tay Juhana

Penulis: M-4 Pada: Sabtu, 07 Apr 2018, 07:15 WIB Humaniora
Kegigihan Tay Juhana

TAK banyak generasi muda yang tahu kalau sebagian fasilitas jalan raya hingga tempat umum yang dibangun di wilayah Kuala Enok dan Pulau Guntung, Provinsi Riau, merupakan sumbangsih mendiang Tay Juhana. Di dua tempat itulah Tay Juhana atau Tay Jui Chuan, sang pelopor industri kelapa mendirikan pabrik yang bernama PT Pulau Sambu sejak 1967.

Meski Tay Juhana berhenti sekolah di kelas 2 SMP, namanya terkenal hingga ke mancanegara lewat sejumlah produk kelapa yang diolahnya.

Etos kerjanya di kantor berimbang dengan aktivitasnya bergaul di tengah masyarakat. Rasa sosial yang diwujudkan tak selalu berupa barang, uang, ataupun materi lainnya. Ketika masih produktif, masyarakat kerap mendapati dia tampil kasual sebagai bagian dari warga kampung yang berkeliling tatkala pagi masih berembun di tanah Sumatra.

Kedekatannya pada setiap staf, karyawan, hingga mitra yang kerap diperlakukan seperti sahabat bahkan saudara itu memang tak tanggung-tanggung. Mulai dari pembiayaan pendidikan, kesehatan, termasuk naik haji bagi karyawan muslim yang berprestasi.

Saat ke luar negeri, Tay juga sengaja membelikan belasan tongkat khusus buat orang lanjut usia yang diberikannya saat bertemu dengan para sahabat-sahabat lamanya dan karyawannya yang membutuhkan.

Buku ini mengisahkan biografi seseorang yang hidup di tiga zaman, sejak masa Orde Lama, Orde Baru, hingga Era Reformasi. Tulisan yang dibuat dari sudut pandang putri mendiang ini mengungkap sisi lain kehidupan seorang pengusaha sekaligus seorang ayah yang juga manusia biasa yang tak sempurna.

Lewat buku ini, kiprah Tay tak sekadar melakukan aksi filantrofi, CSR atau bantuan sejenisnya. Dia menunjukkan, bahwa pengusaha seyogianya juga menjaga komunikasi secara intens, sehingga selalu mengetahui kesulitan dan kebutuhan masyarakat di sekitar pabrik atau di sekitar tempat usaha.

_________________________________

Judul : Tay Juhana, Pelopor Industri Kelapa

Penulis : Tay Ciaying

Penerbit : PT Kompas Media Nusantara

Terbit : 2018

Tebal : xii + 362 halaman

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More