Bukan sekadar Puja-Puji Jokowi

Penulis: M-4 Pada: Sabtu, 07 Apr 2018, 06:45 WIB Jendela Buku
Bukan sekadar Puja-Puji Jokowi

SEBUAH motor jenis chopper menjadi latar dari sampul belakang buku yang bernuansa merah dan putih. Motor itu merujuk milik Presiden Jokowi yang belum lama membeli motor buatan anak negeri.

Melalui buku #KamiJokowi, sebanyak 18 penulis mencoba memberikan perspektif personalnya tentang Jokowi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai copywriter, sejarawan, konsultan, mantan penerbang, hingga wartawan.

Sebelum memimpin negara Indonesia, Jokowi merupakan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Salah satu tulisan yang membahasnya berjudul Sebelum Jakarta, Sebelum Indonesia. Penulisnya, Andina Dwifatma menceritakan awal pertemuannya dengan Jokowi di 2011 silam yang begitu membekas di benaknya.

"Jokowi tahu bagaimana cara menampilkan diri," kata Andina yang meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Adiwarta 2011 lewat tulisannya berjudul 'Si Bodoh dari Solo: Joko Widodo.'

Namun, apa yang ditulis pengajar ilmu komunikasi ini bukan melulu puja-puji. Ia juga menyentuh topik yang menjadi catatan, seperti saat Jokowi memilih Wiranto untuk masuk ke dalam jajaran kementeriannya, untuk menggantikan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Polhukam. Menilik rekam jejak Wiranto yang masih belum beres dengan peristiwa pelanggaran masa lalu, seperti Tragedi Semanggi.

Andina mengungkapkan kekecewaan tersebut lewat suara Maria Sumarsih, ibu mahasiswa Unika Atmajaya, Wawan, yang ditembak mati pada Tragedi Semanggi 1 November 1998. Saat itu, Wiranto menjadi Pangab.

Tulisan lain juga menyorot isu serupa. Jokowi Menyelesaikan Masa Lalu? Oui! Milik sejarawan Asvi Marwan Adam, yang selain menganalisis apakah Jokowi akan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM sebagai bagian dari janji Nawa Citanya, ia juga memberi semacam apa yang hendaknya diperhatikan dalam menyelesaikan kasus ini.

Salah satu hal menarik bisa dibaca lewat tulisan penulis Diana Damayanti. Ia menganalisis tren 'hadiah sepeda' ala Jokowi. Dari anak pesantren hingga penyanyi solo Raisa, pernah mendapat jatah sepeda hadiah menjawab pertanyaan yang diajukan sang Presiden.

Dari tulisan Diana juga kita bisa tahu, dari mana anggaran yang digunakan untuk sepeda hadiah, merek, bahkan rupanya Jokowi selalu membeli dari toko di kota yang ia kunjungi. Jadi tidak ada monopoli, dari satu toko, atau merek.

Secara keseluruhan, buku #KamiJokowi memberikan kita ruang untuk mengenal sisi lain Jokowi dari berbagai aspek, sebagai apresiasi apa yang telah dikerjakannya sebagai pemimpin negara, tanpa menghilangkan daya kritik.

____________________________________

Judul : #KAMIJOKOWI

Editor : Threes Emir, Rizal Badudu

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : 2017

Tebal : x+256 halaman

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More