Paus Kepala Busur (Bowhead) Suka Bernyanyi

Penulis: Gurit Ady Suryo Pada: Sabtu, 07 Apr 2018, 05:15 WIB Eksplorasi
Paus Kepala Busur (Bowhead) Suka Bernyanyi

Ilustrasi: Encyclopaedia Britannica, Inc.

PAUS kepala busur atau Bowhead (Balaena mysticetus) merupakan paus balin dari keluarga Balin dengan Mysticeti. Paus-paus itu dinamakan demikian karena memiliki ciri khas bertengkorak panjang.

Pada 200 tahun silam mereka diburu saudagar-saudagar Belanda di dekat Greenland hingga jumlahnya hampir punah. Mereka mengincar lemak yang berada di bawah kulit paus.

Paus kepala busur merupakan paus besar berwarna hitam yang hidup di Samudra Arktik. Paus ini mampu hidup sampai 200 tahun lamanya. Tidak hanya itu, paus ini merupakan 'artis' jazz yang luar biasa.

Para peneliti, Selasa (3/4), melakukan studi intensif mengenai vokalisasi (nyanyian) populasi sekitar 300 paus busur di lautan bagian timur Greenland dari 2010 sampai 2014 menggunakan mikrofon bawah air.

Mereka berhasil mengumpulkan koleksi rekaman terbesar suara paus kepala busur yang pernah dibuat. Dari rekaman itu terungkap repertoar beragam dan terus berubah dari mamalia laut itu. Para peneliti yang mengidentifikasi 184 lagu berbeda, mengatakan nyanyian itu tampaknya merupakan tampilan reproduktif dari pejantan.

Di antara paus yang ada di dunia, hanya paus kepala busur dan paus bungkuk yang menghasilkan beragam lagu. Paus balin lain seperti paus sirip biru dan paus minke menghasilkan lagu-lagu yang lebih sederhana yang hampir sama setiap tahun.

Ahli Oseanografi University of Washington Kate Stafford mengatakan lagu-lagu paus bungkuk sangat teratur, mirip dengan musik klasik, sedangkan lagu-lagu paus kepala busur terdengar lebih bebas seperti musik jazz, tidak terlihat mengikuti aturan jelas.

"Mereka sangat beragam. Beberapa suaranya benar-benar menghantui," kata ahli biologi laut Kit Kovacs dari Norwegian Polar Institute dan University Centre di Svalbard.

Nyanyian yang Menjadi Inspiratif

Ikan paus menggunakan suara untuk melakukan navigasi, komunikasi, serta menemukan mangsa dan pasangan. Suara bergerak lebih efisien di bawah air dan lebih jauh dari cahaya dan bau.

"Paus bernyanyi untuk mengomunikasikan 'niat', dalam hal ini kesiapan untuk kawin. Lagu itu biasanya hanya ditampilkan oleh pejantan untuk berkomunikasi dengan pejantan maupun betina yang lain bahwa 'Saya lebih besar, lebih kuat dan lebih bersemangat," tambah Kovacs.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters itu mengonfirmasi bahwa paus kepala busur secara teratur menyanyi dari akhir musim gugur sampai awal musim semi.

"Jadi lagu-lagunya akan selalu berubah dari tahun ke tahun. Dan kami tidak benar-benar tahu kenapa," kata Stafford. "Ini masih menjadi misteri karena mereka menyanyi di Arktik di bawah es selama malam hari, kondisi yang tidak begitu kondusif bagi manusia untuk keluar, melihat, dan mempelajarinya."

Selain untuk navigasi dan berkomunikasi, ternyata nyanyian paus kepala busur tersebut memunculkan beragam respons ide yang inspiratif. Contohnya, Musikus New York Garth Stevenson mengatakan suara-suara itu memiliki pengaruh besar pada musiknya. Musikus Garth Stevenson telah terinspirasi oleh lagu paus.

"Ada koneksi di alam yang berhubungan erat dengan musik, " katanya. "Suara universal ini mengalir antara musik dan hewan. "

Potongan di album terbaru Stevenson berjudul Terbang terinspirasi paus. Dalam perjalanan ke Antartika saat membuat musik untuk sebuah film, Stevenson mengambil gitar double bass-nya dan bermain di laut lepas. Beberapa saat kemudian, sekelompok paus berenang di sisi kanan perahu.

(AFP/National Geografic/Antara/L-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More