Data Satu Juta Pengguna Facebook Indonesia Dicuri

Penulis: antara/vox/AFP/CNN/dys/L-3 Pada: Sabtu, 07 Apr 2018, 05:00 WIB Eksplorasi
Data Satu Juta Pengguna Facebook Indonesia Dicuri

Sumber: Facebook/Foto: Thinkstock

SEDIKITNYA 1 juta data pribadi pengguna Facebook asal Indonesia dinyatakan bocor dan masuk daftar yang dicuri oleh Cambridge Analytica. Indonesia berada di peringkat ketiga untuk jumlah pengguna data yang bocor ke perusahaan asal Inggris itu.

Asal muasal kebocoran masif data Facebook ini diungkap Christopher Wylie, mantan kepala riset Cambridge Analytica, pada koran Inggris, The Guardian, pada Maret 2018. dengan menggunakan aplikasi survei kepribadian yang dikembangkan Global Science Research (GSR) milik peneliti Universitas Cambridge, Aleksandr Kogan, data pribadi puluhan juta pengguna Facebook berhasil dikumpulkan dengan kedok riset akademis.

Data riset itu yang secara ilegal kemudian dijual kepada Cambridge Analytica dan kemudian digunakan untuk mendesain iklan politik yang mampu memengaruhi emosi pemilih.

Cambridge Analytica

Cambridge Analytica merupakan perusahaan konsultan analisis data yang dibangun pada 2013. Sejak 2014 mengembangkan teknik untuk mendapatkan data Facebook dari kuis kepribadian. Kuis yang cukup populer di Facebook ini dikerjakan oleh perusahaan pihak ketiga, yakni Global Science Research (GSR). Kuis ini menggunakan algoritma yang secara personal memprofil dan mendata mereka yang berada di usia pemilih.

Jika Anda berteman Facebook dengan seseorang yang menggunakan aplikasi uji kepribadian bernama thisisyourdigitallife, Anda berkonsensus dengan GSR untuk mengakses data Anda. Jadi dari satu orang, kemudian teman-teman mereka pun juga 'terpanen' datanya. Data yang didapatkan termasuk ketika Anda memilih 'like' di berbagai situs di Facebook. Melalui data algoritma yang dibangun dari 'like' ini Cambridge Analytica bisa mengetahui ras, gender, orientasi seksual, bahkan trauma masa kecil seseorang.

Artinya, Cambridge Analytica mengambil data pengguna tanpa konsensus dari sang pemilik data, dengan kata lain kita tidak menyadari atau tidak mengetahui akan hal itu.

Konsultan politisi

Cambridge Analytica diduga tidak hanya memengaruhi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pada 2016, tapi juga diduga membantu memenangkan beberapa partai dan politisi di lebih dari 10 negara, termasuk Indonesia. Pada Pemilu 1999 salah satu partai besar di Indonesia pascareformasi dilaporkan meminta bantuan Cambridge Analytica.

Di Kenya, Cambridge Analytica digunakan dua kali untuk mengaman-kan kemenangan bagi Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, yakni pada 2013 dan pada 2017. Di Nigeria, perusahaan analisis data itu juga memainkan peran kontroversial dalam pemilihan Presiden Nigeria pada 2015.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More