Amin Ben-Gas Bantu Hemat Energi

Penulis: Wan/M-3 Pada: Sabtu, 07 Apr 2018, 01:45 WIB Humaniora
Amin Ben-Gas Bantu Hemat Energi

MI/SUMARYANTO BRONTO

TUMBUH dalam keluarga dan masyarakat nelayan membuat Amin, pria asal Pontianak, Kalimantan Timur, tahu betul permasalahan yang dihadapi nelayan. Kelangkaan BBM yang sering terjadi di daerahnya membuat hidup para nelayan di daerahnya semakin sulit karena tidak bisa melaut.

Sekitar 75% biaya operasional nelayan habis digunakan membeli bahan bakar. Inovasi energi dalam bidang kelautan dan perikanan mutlak diperlukan. "Mereka melaut mempertaruhkan nyawa, belum cost yang mereka gunakan bisa sampai 75% dan hasilnya pun tidak menentu," kata Amin.

Berbekal pengetahunannya mengenai kelistrikan dan mesin, Amin pun menciptakan ABG atau Amin Ben-Gas. Ide membuat konverter kit ini muncul dari fenomena kesulitan para nelayan mendapatkan bahan bakar minyak di skala tertentu.Karya inovasi energi hasil dari pemikiran nelayan lokal ini merupakan generasi ke-9 sejak merakit konverter kit 2010. Ia berhasil membuat konverter kit yang mengubah BBM ke gas bagi nelayan di tempat tinggalnya di Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat.

Cara kerja konverter kit ini sederhana. Alat berbentuk persegi dengan ketebalan 5 sentimeter itu disambungkan menggunakan selang dari gas elpiji ke mesin. Konverter kit akan mengatur jumlah pasokan gas elpiji sehingga seimbang dengan kebutuhan mesin yang kemudian disalurkan menuju ruang pembakaran melalui karborator. Saat ini konverter kit itu sudah bisa digunakan pada perahu nelayan bermesin satu atau dua silinder. Bahkan, alat ini bisa dimanfaatkan pada pembangkit listrik mikro penerangan, pompa air peternakan dan perikanan, atau mesin-mesin produksi pertanian di perdesaan.

Kinerjanya pun lebih hemat 5,11 kali lipat jika dibanding dengan BBM. Berbagai apresiasi dan penghargaan dari dalam maupun luar negeri sudah ia raih. Maret 2013 konverter itu telah dipatenkan dan mendapatkan sertifikat kesesuaian SNI dengan tingkat komponen dalam negeri sebesar 82,64%. "Jika sudah masuk SNI berarti aman digunakan, apalagi 10 ribu alat yang sudah tersebar hampir seluruh Indonesia ini tidak pernah melngalami gangguan," ucap Amin.

Kini, Amin menjualnya pada pemerintah desa maupun kota sehingga pemerintah bisa membagikannya kepada nelayan. Kreativitas dan kerja kerasnya terbayar dengan respons masyarakat terutama nelayan dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More