Dekonco Pelopor Cokelat Tempe di Indonesia

Penulis: Retno Hemawati Pada: Jumat, 06 Apr 2018, 10:58 WIB BIG CIRCLE
Dekonco Pelopor Cokelat Tempe di Indonesia

MI/Adam Dwi
Yoga Suryapratama (kiri) founder Dekonco

NARASUMBER Big Circle selanjutnya yang tak kalah kreatif ialah Yoga Suryapratama. Pemuda asal Malang, Jawa Timur, memanfaatkan makanan berbahan olahan tempe yang dipadukan dengan cokelat bernama Dekonco.

Bersama sang ibu, Yoga Suryapratama yang lahir di Malang, 28 September 1993 itu berani membuat olahan Dekonco menjadi sebuah ide bisnis tempe cokelat yang sudah dirintisnya sejak 2011 saat ia masih duduk di sekolah menengah atas. Meski masih produksi rumahan, bisnis tempe cokelat sudah terdaftar di dinas kesehatan dengan kemampuan produksi dalam satu hari ialah 20 kilogram tempe.

Cokelat tempe merupakan salah satu produk industri rumahan di Malang yang menawarkan kelezatan cokelat yang dipadu dengan kelezatan tempe. Mungkin bisa dibayangkan ketika rasa manis cokelat bertemu dengan gurih dan renyahnya tempe? Kira-kira seperti itulah rasa cokelat tempe. Dekonco inilah satu-satunya pelopor cokelat tempe pertama di Indonesia.

Berawal membuat cokelat rasa pedas, tapi rasanya malah aneh, setelah banyak coba-coba, akhirnya ia menemukan resep yang pas, yaitu cokelat tempe. Ia juga melihat bahwa Malang merupakan salah satu daerah terbesar produsen tempe yang ada di Indonesia. Dengan Disperindag, ia mengurus labelisasi halal dan dengan UMKM Tempe di Sanan Malang, sebagai salah satu pusat tempe.

Saat ini produk Dekonco telah dijual di 28 toko oleh-oleh di Kota Malang, Jawa Timur, dengan harga mulai Rp8.000 dengan varian orisinal, tempe apel, tempe stroberi, tempe cokelat pedas, tempe susu cokelat, tempe cokelat putih, dan tempe dark chocolate.

Konsumen sudah dapat merasakan rasa gurih tempe yang berperan menggantikan kacang di dalam campuran cokelat olahan yang diharapkan bisa menjadikan tempe bisa diminati berbagai kalangan.

Produk cokelat tempe Dekonco sudah terdaftar di Dinas Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sudah memiliki sertifikat halal dari MUI. (H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More