Potensi Film Indonesia sangat Menjanjikan

Penulis: Antara Pada: Selasa, 03 Apr 2018, 20:00 WIB Hiburan
Potensi Film Indonesia sangat Menjanjikan

Ilustrasi

BADAN Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai dalam beberapa terakhir ini potensi ekonomi dari film karya anak Indonesia cukup menjanjikan karena produk yang dihasilkan cukup kreatif dan mampu menarik jutaan penonton.

"Sejak film Warkop Reborn I dan II diluncurkan, penontonnya mencapai 11 juta orang," kata Direktur Akses Nonperbankan Badan Ekonomi Kreatif Syaifullah di Padang, Selasa (3/4).

Ia menyampaikan hal itu di workshop bagi pengusaha rintisan dengan tema Bekraf Get Funded, Starup Mentoring to Acces Financing.

Menurut dia, kalau satu film itu ditonton hingga 11 juta orang maka pendapatan yang diperoleh dari tiket bisa mencapai Rp440 miliar.

"Kalau ongkos produksi film Rp10 miliar, biaya promosi sekitar Rp20 miliar, sementara penjualan tiketnya saja sudah Rp440 miliar, bisa dibayangkan keuntungannya," kata dia.

"Belum lagi film itu tayang di luar negeri, masuk TV hingga iklan, dari satu film saja bisa dapat untung Rp200 miliar," lanjutnya.

Tidak hanya itu, katanya, film Pengabdi Setan saat ini masuk enam besar di Meksiko, nomor satu di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Hong Kong.

Di Indonesia Pengabdi Setan masuk film yang laris apalagi genrenya horor dan setannya jauh lebih variatif dibandingkan film luar negeri.

Ia mengatakan kalau film horor luar negeri setannya hanya drakula, maka di Indonesia lebih banyak pilihan mulai dari suster ngesot, pocong, kuntilanak sampai tuyul.

"Ini menunjukkan kreativitas orang Indonesia itu sangat besar," ujarnya. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More