Jangan Kebanyakan Tidur di Akhir Pekan

Penulis:  Irene Harty Pada: Senin, 02 Apr 2018, 19:46 WIB Humaniora
Jangan Kebanyakan Tidur di Akhir Pekan

mediaindonesia.com

SETELAH hari-hari yang sibuk, banyak orang menghabiskan waktu tidur lebih banyak pada akhir pekan.

Namun, penelitian dari Northeastern Illinois University, Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan Rabu (28/3), menunjukkan pola tidur di akhir pekan tersebut dapat menyebabkan 'jet lag sosial' atau ketika jam internal tubuh tidak sesuai dengan jadwal tidur seseorang.

Hal tersebut akan mengakibatkan kesehatan yang lebih buruk, suasana hati yang buruk, kantuk dan kelelahan yang meningkat.

Dari hampir 15.000 siswa yang dianalisis, hanya empat dari 10 memiliki jam tubuh yang secara alami sinkron dengan jadwal beraktivitas mereka.

Sisanya, 60% siswa menderita jet lag sosial setidaknya 30 menit lebih lama untuk memulai aktivitas mereka. Keterlambatan tersebut berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan nilai ujian.

Peneliti utama Aaron Schirmer mengatakan, dengan kondisi tersebut sistem sekolah di AS lebih mendukung gerakan bangun lebih awal ketimbang tidur larut malam.

"Manfaat bagi individu dan masyarakat dari ritme biologis mereka sendiri pasti besar, salah satunya peningkatan kualitas pendidikan," tuturnya. (Dailymail/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More