Berawal dari Penikmat

Penulis: Zuq/X-7 Pada: Minggu, 01 Apr 2018, 11:30 WIB Weekend
Berawal dari Penikmat

MI/ABDILLAH M MARZUQI

DUA orang itu tidak begitu peduli dengan terik yang menyengat. Tetap saja mereka bertahan untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dan objek yang diharap. Berbekal topi, Wahyu Suherman, 26, tidak bergeser sejengkal pun dari duduknya. Ia tetap bersetia dengan kuas dan kertasnya.

Wahyu sudah bergabung sejak pekan kedua KamiSketsa digelar. Jika dihitung, ada 20 kali lebih pertemuan tiap Kamis itu sudah ia ikuti. Awalnya Wahyu hanyalah penikmat seni yang sering datang mengunjungi pameran di Galeri Nasional Indonesia (GNI). Ketika GNI mempunyai program KamiSketsa, ia mengaku antusias dan ingin merasakan langsung proses kreatif pembuatan karya seni.

"Awalnya kita penikmat seni, tapi kenapa kita cuma nikmatin gitu? Kenapa kita enggak coba buat?" ujar Wahyu.

Ia mengaku tidak jenuh dengan KamiSketsa meski telah mengikuti kegiatan ini puluhan kali. Menurutnya, KamiSketsa berisi banyak orang mahir sketsa. Wahyu bisa menimba ilmu dari orang yang lebih dahulu mengenal seni tersebut. Di KamiSketsa, ia mendapat pengetahuan tentang berbagai macam sketsa, seperti arsitektur, human interest, tumbuhan, model, dan objek.

"Enggak bosan karena selalu ada materi-materi baru. Pematerinya dari banyak orang," tambahnya.

Selain itu, menurutnya, KamiSketsa tidak menarik biaya sama sekali. Malah KamiSketsa menyediakan semua peralatan untuk membuat sketsa dan air minum. "Cuma badan doang sih ke sini. Kita sudah bersyukur mereka datang. Registrasi cuma nulis nama doang. Enggak ditarik biaya," tegasnya lagi.

Peserta lain, Anjar Oki Wibowo, 25, juga mengaku menikmati proses kreatif di KamiSketsa. Jika awalnya ia banyak menimba ilmu secara langsung pada peserta lain dan langsung mempraktikkannya, kini ia mengaku lebih senang sebab pola pembelajaran yang terarah. Jadi, selain mendapat ilmu dari para senior sketsa, ia dapat dari si pemateri.

"Enaknya di KamiSketsa, awalnya kita langsung praktik, tapi sekarang ada materi dari dasar, pembelajaran. Jadi lebih terarah. Enaknya di sini sudah ada seniornya. Jadi kita bisa belajar," tambah Anjar.

KamiSketsa yang tidak membatasi usia serta tingkat kemahiran peserta juga menjadi salah satu alasan anggota KamiSketa untuk tetap bergabung. Annisa Fadillah, 22, menuturkan, salah satu yang membuat ia betah di KamiSketsa ialah banyak orang yang sudah malang melintang di dunia sketsa sehingga dia bisa menimba ilmu dari mereka. Di sisi lain, Annisa juga tidak merasa sendiri ketika menjumpai kesulitan dalam sketsa. Sebab banyak pula para anggota KamiSketsa yang baru belajar sehingga ia bisa berdiskusi dengan mereka.

"Banyak yang sudah berpengalaman. Jadi, bisa sekalian cari ilmu sama mereka. Ada juga yang baru belajar, jadi bisa sharing-sharing, apa sih susahnya," ujarnya.

Yang jelas, bagi Annisa, suasana KamiSketsa yang tidak memandang usia dan latar belakang menjadi salah satu alasan untuk betah. "Seru-seru juga orangnya. Dari yang tua yang muda, membaur semua," pungkasnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More