Toleransi Eror dan Mental Petualang

Penulis: */M-4 Pada: Minggu, 01 Apr 2018, 08:30 WIB Weekend
Toleransi Eror dan Mental Petualang

"PAK, beli dong!" sahut perempuan dari balik komputer kerjanya. Dengan enteng ia mengeluarkan kalimat tersebut kepada 'bosnya' yang saat itu akan melakukan sesi pemotretan bersama Media Indonesia seusai wawancara eksklusif.

Di kantornya, rata-rata para pekerjanya ialah anak muda. Maka, mau tak mau, CEO Blanja.com sekaligus Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Aulia Ersyah Marinto, harus ikut 'muda.'

"Saya yang harus ikutin mereka. Jadi, prinsip saya dia atau mereka anak muda ini harus saya lead. Tapi yang mau saya lead ini tidak sepantaran, so pilihan saya, dan rasanya berlaku di best practice, saya yang harus ngikutin mereka."

Salah satu caranya ialah bagaimana dirinya berkomunikasi, termasuk cara berpakaian. Biasanya ia hanya mengenakan kaus di kantor. Berhubung hari itu harus wawancara, dirinya diingatkan untuk memakai kemeja. Maka, ia harus menyamakan frekuensi dengan anak muda.

Pendekatan yang ia lakukan juga berlaku dalam bagaimana dirinya memahami cara berpikir dan bekerja anak muda. Sebab itu, ia mau tak mau harus membuka peluang yang lebih luas dan toleransi terhadap eror. "Anak muda itu cenderung melakukan eror. Gimana enggak eror, pengalaman mereka kan baru 2-4 tahunan," imbuh lelaki berkacamata ini.

Meski harus kehilangan uang, asal itu menjadi proses pembelajaran bagi karyawannya, ia masih tetap memberikan toleransi. "Yang penting yang dibuat itu eror baru, dan pengalaman buat dia, bukan yang diulang-ulang," sebutnya.

Sebagai penggila kerja, lelaki kelahiran Balimbingan, 20 Agustus 1968 ini biasa menghabiskan waktu bersama anaknya dengan jalan-jalan. Ia juga senang menghabiskan waktu luangnya di alam bebas sebagai relaksasi diri. Tak mengherankan Aulia menggemari mengendarai motor trail. "Sebenarnya saya suka adventure, suka trail juga."

Baginya, bertualang di alam bebas sangatlah penuh dengan kejutan. Kita tahu tujuan kita meski tak tahu akan ada apa saja yang akan dijumpai. Bertualang sama halnya dalam mengelola bisnis digital, yang penuh dengan tantangan dan risiko.

"Makanya kenapa yang 'fit' dalam industri ini adalah anak muda. Naluri mereka memang adventure," ucap Aulia.

Tak hanya di dunia kerja, ia pun menanamkan nilai-nilai pembentukan mental adventuring ini kepada anaknya. "Pertama attitude. Saya dan karyawan saya boleh saja sama-sama memakai kaus, celana pendek, tapi di situ ada attitude yang harus dijaga, bahwa saya CEO Anda. Kemudian persoalan mentalitas adventure, dan harus percaya dengan kemampuan sendiri," bebernya.

Baginya, mental petualanglah yang memunculkan adrenalin agar tetap memicu kebahagiaan. "Kalau enggak, nanti kemrungsungan (gelisah) melulu," pungkasnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More