Tidak lagi Menjadi Tamu

Penulis: Riz/FD/M-3 Pada: Minggu, 01 Apr 2018, 07:15 WIB Humaniora
Tidak lagi Menjadi Tamu

FILM Pengabdi Setan tahun ini berhasil menggebrak Indonesia. Tidak hanya di Tanah Air, film remake dari Pengabdi Setan 1980 itu ditayangkan di 42 negara lain.

Beberapa tahun terakhir film Indonesia kembali ke zaman jayanya lagi. Belakangan ada Dilan 1990, Warkop Jangkrik Boss! Part 1, atau Benyamin Biang Kerok juga menarik peminat film lokal. Bioskop pun kian ramai dikunjungi penonton yang ingin menyaksikan film buatan anak Indonesia.

Bisa dibilang dua tahun terakhir film Indonsia kembali menjadi tuan rumah di negerinya. Hal itu diakui Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 Marcella Zalianty dan pengamat perfilman Yan Wijaya.

"Pada 2015 dengan 116 judul film yang tayang di bioskop tercatat 16 juta penonton, sedangkan pada 2016 dengan 124 judul film ada 36 juta penonton. Terjadi peningkatan lebih dari 55% jumlah penonton. Di tahun 2017 dengan 96 judul film berhasil mendulang 31,1 juta penonton. Artinya, film nasional saat ini sedang bergairah dan mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat," jelas Marcella dalam surat elektroniknya kepada Media Indonesia, Kamis (29/3).

Memperingati Hari Film Nasional pada 30 Maret lalu, Indonesia kembali mengenang masa suram perfilman Indonesia tahun 1991-1998. Kehadiran film Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2002 memberi angin segar bagi perfilman Indonesia. Secara perlahan film-film Indonesia kembali menjadi tuan rumah di negerinya lagi.

Meski begitu, berbagai permasalahan masih perlu diawasi agar film Indonesia tidak kembali terpuruk. Kualitas skenario, pemain, dan semua pihak yang terlibat dalam film harus dijaga, termasuk badan sensor film juga tidak boleh luput mengawasi kualitas film Indonesia.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More