Izza, Membantu Petani dan Tunanetra

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 01 Apr 2018, 03:30 WIB Weekend
Izza, Membantu Petani dan Tunanetra

Medi juga ngobrol dengan Izza Aulia Putri Purwanto, siswi kelas 6 SD IT Al Islam Kudus, Jawa Tengah, pemenang National Young Inventors Award (NYIA) 2016 yang diadakan LIPI.

Izza mengaku menyukai sains sejak kelas 3 SD. Ia mengikuti komunitas ilmuwan cilik dan melakukan aneka eksperimen sederhana, seperti gunung meletus dari soda kue, air dan cuka. “Sains itu seru kok, kita bisa mempelajarinya dari berbagai eksperimen,” kata Izza.

Bahkan, Izza bersama temannya Hanun Dzatirrajwa, dari SD IT Bina Amal Semarang, Jawa Tengah, sukses membuat sarana bermain untuk anak tunanetra berupa ular tangga.

“Saya melihat sarana bermain untuk teman tunanetra kurang sekali, bahkan main ular tangga saja mungkin mereka kesulitan,” kata Izza yang bersama Hanun mengombinasikan angka dan huruf braille dalam permainan kreasi mereka.

Untuk wujud ular maupun tangganya, dibuatkan panah ke bawah atau ke atas yang menonjol sehingga para tunanetra dengan mudah memainkannya.

Deteksi kematangan dan ukuran
Inovasi Izza lainnya, match and pick gloves, sarung tangan untuk petani, yang mempunyai indikator kematangan tomat pada alas tangannya.

“Salah satu kriteria tomat yang sudah dapat dipanen ialah warnanya berubah dari hijau menjadi kekuningan, tapi ternyata banyak tomat yang belum matang sempurna ikut dipanen. Dengan alat ini, para petani diharapkan bisa memetik tomat yang benar-benar matang,” kata Izza yang bahkan membuat sarung tangan itu memuat penghitungan diameter tomat.  Inovasi Izza mendapat penghargaan dari Jepang dan Rusia lo. Ayo, apa ide sains kalian? (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More