Kemah 17 Anak dari 12 Pulau

Penulis: Fathurrozak Jek Pada: Minggu, 01 Apr 2018, 02:00 WIB Weekend
Kemah 17 Anak dari 12 Pulau

DOK FATHURROZAK JEK

Bagus jauh-jauh datang dari pulau yang jarak tempuhnya, bila menggunakan perahu bermesin biasa, membutuhkan waktu sembilan jam untuk bisa berlabuh di dermaga pantai utara Jakarta. Ya, karena posisi Pulau Sebira lebih dekat ke Lampung, di Pulau Sumatra. Namun, karena menggunakan kapal cepat, Bagus cukup menempuh perjalanan dua jam.

Total ada 17 anak-anak kelas 5 dari 12 pulau di Kepulauan Seribu serta pesisir Banten yang Medi jumpai hari itu dalam rangkaian acara Camp Anak Pulau yang diadakan kakak-kakak Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP). Kegiatan yang ditujukan bagi anak-anak yang tinggal di sekitra pantai ini dilakukan tiga hari, semuanya seru! Tema kegiatan ini, Anak kreatif, anak asyik.

Untuk bisa ikut, peserta diseleksi terlebih dahulu. Tesnya, menggambar suasana sekolah mereka serta menjelaskannya dalam tulisan, serta mengungkapkan pendapat seandainya mereka menjadi pemimpin di daerahnya hingga tahapan wawancara dengan kakak KIJP.

“Aku pengen benerin jalan, banyak yang rusak!” kata Bagus, ketika Medi tanya tentang agendanya jika jadi pemimpin di Pulai Sebira.

Kak Novita Permata Sari, Kapten atau pemimpin dari Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau menjelaskan, seleksi dilakukan untuk memastikan semua ilmu yang diberikan saat kegiatan ini bisa diserap dan dilaksanakan para peserta.

Terpilih karena kreatif  
Medi menjumpai Ahmad Al Hadid, anak dari Pulau Tidung yang berkisah, ia terpilih karena kreativitasnya.

“Kalau menggambar beda dengan yang lain. Aku juga sering bikin mainan dari barang yang aku temuin di pulau. Misal, bambu aku bikin layangan. Sampah styrofoam pun aku bikin mainan mobil-mobilan. Kreatif kan, aku?” kata Hadid saat ia selesai mengikuti kegiatan berkebun kangkung, di kawasan Jakarta Barat.

Jadi pilot dan pramugari
Salah satu kegiatan yang paling seru, anak-anak pulau ini diajak berkunjung ke Garuda Indonesia Training Center (GITC).

“Banyak dari teman-teman yang bahkan, belum pernah naik pesawat. Untuk itu, kami ingin memberikan penghargaan bagi mereka yang sudah terpilih, mencoba naik pesawat dan bisa jadi pilotnya,” kata Kak Novita.

“Aku baru kali ini naik pesawat. Susah juga mengendalikan biar pesawatnya bisa lepas landas. Tapi, itu yang paling seru,” cerita Hadid.

“Pesawatku tadi hampir jatuh ke laut, terus aku naikin lagi,” sambung Bagus, yang bersama Hadid juga berkesempatan menjadi pilot dalam fasilitas simulasi.

Ada pula yang diajak merasakan menjadi pramugara dan pramugari, yang harus terampil melakukan aksi penyelamatan penumpang dalam waktu singkat.

“Penyelamatan itu harus dilakukan satu setengah menit saja, cepat banget,” kata Sheila Hanifatullaila, yang berperan sebagai kopilot.

Pandai berkebun agar mandiri
Tak kalah serunya, kegiatan berkebun, mereka diajarkan menanam benih kangkung. “Saat menaruh bijinya, tanahnya enggak boleh terlalu padat, dan harus dicampur terlebih dahulu dengan kulit padi,” kata Sheila, siswa SDN Pulau Pari 02 Pagi.

Pengalaman berkebun dan aneka keterampilan yang mereka dapat selama dalam kemah ini diharapkan ditularkan pada kawan-kawannya di kampung halaman.

“Jadi meski mereka tinggal di pulau, kami ingin berikan kesempatan belajar dan pengalaman yang sama dengan teman-temannya di kota. Nah, kalau berkebun, kami berikan pelatihannya agar mereka paham cara bercocok tanam agar bisa mandiri memenuhi kebutuhan pangannya,” kata Kak Novita yang bersama kakak-kakak lainnya juga mengajarkan cara berkomunikasi agar para peserta punya lebih banyak teman. Keren ya, teman-teman kita dari pesisir ini! (M-1)

mediaanak@mediaindonesia.com

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More