Apa Bahayanya Mengemudi Pakai Sandal dan Tanpa Alas Kaki

Penulis: Ainto Harry Budiawan Pada: Jumat, 30 Mar 2018, 04:00 WIB Otomotif
Apa Bahayanya Mengemudi Pakai Sandal dan Tanpa Alas Kaki

Ist

MEMANG terlihat sepele, penggunaan alas kaki seperti sepatu yang tepat saat mengemudi. Tapi percaya atau tidak, ini punya efek terhadap keselamatan dalam perjalanan. Ya selain posisi duduk, perilaku berkendara dan kesadaran diri, ada banyak aspek lain yang ikut mempengaruhi.

Untuk alas kaki, banyak orang yang lebih suka mengemudi pakai sandal jepit. Hal ini justru bisa menimbulkan bahaya, karena sensitifitas kaki terhadap pedal jadi jauh berkurang.

"Itu karena sol tidak menempel penuh dengan pedal, kecuali bagian ujungnya saja. Pakai sandal juga akan berkesan ribet saat mengoperasikan pedal," kata Sony Susmana, Instruktur dari Safefty Defensive Consultant Indonesia (SDCI) di Sirkuit Sentul, Bogor.

Lalu selain pakai sandal jepit, ada pula yang terbiasa nyeker alias tanpa alas kaki. Meski kaki bisa lebih merasakan feeling terhadap pedal-pedal, namun hal ini tetap saja berbahaya.

"Kita tak tahu kapan keringat datang, karena ada orang yang berkeringat, hal ini membuat kaki jadi licin. Dan kalau amit-amit kecelakaan, apa iya mau cari sepatu dulu? Pasti akan jalan keluar dengan menginjak pecahan kaca," jelasnya kemarin di sela acara Suzuki Safety Driving Course 2018.

Alas kaki yang benar untuk mengemudi adalah sol sepatu dengan sol tipis. Untuk wanita yang menggunakan high heels, tidak disarankan dan wajib mengganti dengan sepatu yang lain selama mengemudi. (Medcom/OL-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More