Hemat Listrik Jangan Sesaat

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 26 Mar 2018, 05:15 WIB Lingkungan
Hemat Listrik Jangan Sesaat

DOK ARTHA GRAHA

DUKUNGAN terhadap pelaksanaan aksi Earth Hour tahun ini meningkat signifikan. WWF Indonesia mencatat, setidaknya 103 kabupaten/kota turut berpartisipasi untuk mematikan listrik selama 1 jam pada pukul 20.30 hingga pukul 21.30 WIB pada Sabtu (24/3).

Semangat tersebut diharapkan dapat terus dijaga dengan prog-ram penghematan energi oleh semua pihak, khususnya pemerintah pusat dan daerah.

"Semalam total ada 103 kota yang berpartisipasi, melampaui target 100 kota," ujar koordinator Earth Hour Indonesia, Galih Aji Prasongko, kemarin.

Galih mengatakan setiap tahunnya jumlah kabupaten/kota yang berpartisipasi pada Earth Hour terus meningkat. Pada 2016 ada 31 kabupaten/kota yang berpartisipasi. Pada 2017 jumlahnya naik jadi 67 kabupaten/ kota. "Rata-rata penaikan setiap tahun mencapai hampir 50%," kata Galih.

Partisipasi di 103 daerah tahun ini dilakukan tidak hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta. Berbagai keuntungan diyakini didapatkan bumi dari aksi tersebut. Baik materiil atau nonmateriil. Salah satu yang telah dapat terhimpun ialah data penghematan listrik di DKI Jakarta yang berhasil menghemat Rp2 miliar.

Galih menegaskan, meski Earth Hour memberikan dampak baik, komitmen penghematan energi listrik tidak cukup hanya mengandalkan aksi tahunan itu. Aksi itu perlu dilanjutkan, termasuk melalui kebijakan terkait dengan penghematan listrik.

"Untuk pemda, sebenarnya sayang kalau Earth Hour tidak dilanjutkan dengan program strategis lainnya untuk menghemat energi. Harusnya pemda bisa mendorong kebijakan itu agar bisa menghemat energi, tidak hanya di listrik, tapi juga lainnya," saran Galih.

Kegiatan yang didorong pemda di tiap daerah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Di an-taranya penerapan konsep green building dengan mengurangi konsumsi listrik dari AC, lampu, hingga aksi lain terkait lingkungan seperti penghematan air dan pengelolaan sampah. "Karena ini tidak bisa hanya setahun sekali, semua harus bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," tegas Galih.

Sarana edukasi

Di sejumlah daerah, aksi Earth Hour diikuti berbagai pihak. Di Bali misalnya, Discovery Shopping Mall turut serta dalam aksi itu. "Discovery Shopping Mall turut berpartisipasi dalam kampanye global ini untuk mengajak masyarakat sadar akan pentingnya hemat energi dan peduli terhadap lingkungan," ujar Manajer Discovery Shopping Mall Bima Putra.

Di Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII) turut serta dalam kampanye global itu. Rektor UII Nandang Sutrisno menjelaskan budaya menghemat energi harus terus-menerus diupayakan dan dapat dimulai dari kampus.

"Kampus UII sendiri sudah melakukan inovasi teknologi, di dalam satu gedung menggunakan solar energy," ujarnya.

Nantinya, lanjut Nandang, seluruh kampus di UII juga secara perlahan-lahan akan beralih ke tenaga listrik tenaga matahari itu.

"Memang bila dilihat dari sisi finansial belum efisien, tetapi dari penyelamatan lingkungan bisa dikatakan cukup kontributif," imbuhnya.

(OL/AU/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More