Sang Pianis yang Dekat dengan Ayah

Penulis: FD/X-7 Pada: Minggu, 25 Mar 2018, 09:00 WIB WAWANCARA
Sang Pianis yang Dekat dengan Ayah

KEPALA BNN yang juga mantan Kapolda Lampung, Heru Winarko, ternyata  memiliki hobi dan kertarikan terhadap musik. Bahkan, di waktu luangnya ia kerap menyalurkan hobinya tersebut.

"Saya suka bermain musik, saya bisa bermain semua alat musik. Tapi lebih sering bermain piano," sebutnya.

Menurutnya, hampir seluruh anggota keluarganya bisa bermain musik. Meski dari keluarga militer tidak mengurangi ketertarikan mereka terhadap musik.

"Dari kecil kami semua sudah main musik, saya malahan kalau dihukum harus bermain piano dengan bagus," kata pria yang pergalaman di bidang Reserse selama 33 tahunitu lagi.

Heru menjelaskan, hampir semua aliran musik ia suka. Pasalnya, ia menikmati musik sebagai instrumen yang menyenangkan dan menenangkan pikiran. Selain itu, ia juga tidak meninggalkan kebiasaan olahraga. Bahkan, aktivitasnya ketika berada di KPK juga masih ia jalannya sejak pindah ke BNN.

"Kalau olahraga saya suka lari. Tidak ada perbedaan sih, sejak di KPK dan di BNN, saya masih bisa lari," sebutnya.

Pria kelahiran Jakarta, 1 Desember 1962 itu juga tidak melupakan pentingnya kebersamaan bersama keluarga. Baginya keluarga sangat penting apalagi dalam kesuksesan kariernya.

"Sesibuk apa pun saya harus pulang ke rumah. Kalaupun sampai jam 3 atau 4 pagi harus harus bertemu anak, istri saya. Itu penting bagi saya," terangnya.

Ia menegaskan, dalam setiap tindakannya baik dalam keluarga maupun pekerjaan, sikap percaya sangat penting agar semua yang diharapkan bisa berjalan sukses.

"Iya kepercayaan itu penting, baik di keluarga dan di sini (BNN) misalkan anatara atasan dan bawahan. Karena kalau tidak, mana bisa jalan pasti akan repot. Itu akan saya bangun nantinya, mereka bisa," paparnya.

Pria yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 1 Maret 2018 ini mengaku, sosok ayahnya sebagai inspirasi dalam hidupnya hingga berhasil menjadi orang nomor 1 di BNN.

"Ayah saya polisi juga, selain sebagai ayah dia sehabat dan paling mengerti saya. Karena begitu dekatnya, saya panggil dia bos," tambahnya.

Lebih lanjut, Heru mengenang kesan yang paling mendalam dari sang ayah saat kecil. "Ayah saya akan marah jika ia kalah berantam. Pasalnya, saya dididik menjadi seorang yang sportif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Jika berkelahi saya harus menang, ayah marah jika saya kalah. Nah, ayah ingin menyampaikan pesan jika jadi orang jangan tanggung-tanggung, jika baik harus benar-benar baik," tegasnya.

Heru pernah menduduki berbagai posisi strategis di kepolisian Republik Indonesia. Memulai dari bawah sebagai Kapolres Metro Jaya Jakarta Pusat. Setelah itu, kariernya menanjak. Pada saat usianya 47 tahun, Heru dipercaya sebagai Penyu Tk II Dit II/Eksus Bareskrim Polri.

Selanjutnya, dikukuhkan sebagai Wakil Direktur II/Eksus Bareskrim Polri. Lalu, setahun kemudian Heru mengalami dua kali mutasi sebagai Wakil Direktur III/Tipikor Bareskrim Polri dan Asisten Deputi 4/V Kamnas Kemenko Polhukam RI.

Pada 2012, Heru menduduki posisi sebagai Kapolda Lampung menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto. Dalam masa jabatannya, Heru berhasil melumpuhkan kejahatan terorganisasi lintas pulau.

Setelah 3 tahun menjabat, ia dipercayakan menjadi staf khusus Menko Polhukam, di bawah pimpinan Luhut Binsar Pandjaitan. Pada 15 Oktober 2015, Heru mengemban tugas sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tugasnya, menjalankan fungsi perumusan kebijakan untuk subbidang penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan di lembaga antirasywah tersebut.

Kini, di usia 55 tahun, Heru dipercayakan menakhodai Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Budi Waseso.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More