Merayakan Sumber Kehidupan di Pengasinan

Penulis: Wan/M-1 Pada: Minggu, 25 Mar 2018, 06:50 WIB Humaniora
Merayakan Sumber Kehidupan di Pengasinan

MI/SURYANI WANDARI

SITU seluas 7 hektare dengan pepohonan rimbun dan permukaan air yang hijau itu menjadi penanda manusia punya kuasa merusak sekaligus menyembuhkan.   

Situ Pengasinan ini telah menjadi bagian bentang alam Sawangan, Depok, Jawa Barat, yang kemudian mengering selama beberapa dekade dan berubah menjadi daratan. Namun, siklus bencana terkait air, banjir yang berganti kekeringan yang melanda Jabodetabek, membuat danau itu kemudian dinormaliasi pada satu dekade lalu.

Nyatanya, alam memberi balasan yang sepadan, tak ada lagi kemarau dengan kesulitan mencari air bersih. Berkah pun dirasakan Naman Jojon serta anggota kelompok kerja (pokja) Situ Pengasinan lainnya, yang mendapat rezeki dari menyewakan fasilitas sepeda air dan berjualan di sekitarnya. Sementara, ikan bawal, patin, lele, hingga mujair bisa dipancing warga, bahkan tutut alias keong dari Pengasinan sudah menjadi komoditas daring.

"Anggota pokja berkoordinasi lewat grup Whatsapp, jadi kalau menemukan satu eceng gondok yang bisa menjadi gulma, bisa langsung diambil dan dilaporkan," ujar Naman yang kini risau dengan kondisi air di beberapa titik yang mulai berbuih, menandakan kualitas air yang kurang bagus, terkontaminasi buangan limbah dari peternak lele berskala besar.

Jakarta dan air
Potret Situ Pengasinan, walau diwarnai kekhawatiran, menjadi kabar gembira pada Hari Air Sedunia yang dirayakan pada Kamis (22/3), terutama pada masa depan pasokan air bagi Jakarta, yang disangga wilayah sekitarnya, termasuk Depok. Karut-marut air tanah, Citarum, dan sampah di Teluk Jakarta, sempat mencuatkan kerisauan, Ibu Kota menjadi satu dari tujuh kota besar dunia yang diramalkan mengalami day zero, ketika air sudah sangat minim, seperti yang dialami Cape Town, Afrika Selatan.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More