Persahabatan Kaum Urban dan Generasi Milenial

Penulis: SITI RETNO WULANDARI Pada: Minggu, 25 Mar 2018, 03:50 WIB Weekend
Persahabatan Kaum Urban dan Generasi Milenial

Dok Plaza Indonesia

ALUNAN lagu menjadi salah satu ciri khas presentasi busana dari perancang yang lebih senang disebut sebagai tukang kain, Josephine Werratie Komara atau akrab disapa Obin. Lagu To Love Somebody dari grup band lawas Bee Gees dan diakhiri alunan syahdu Rayuan Pulau Kelapa mengiringi parade busana dari koleksi lini Binhouse tersebut. Dengan warna-warna terang, seperti hijau, merah, biru, dan fuschia (perpaduan warna ungu dan jambon), Obin pun mengangkat tema Now. Lewat tema itu, Obin menginterpretasikan apa yang terjadi di sekitarnya saat ini, bukan menengok masa lalu atau mengira masa depan.

Gaya busana kekinian yang dimaksud Obin dapat dilihat dari rancangan kebaya merah berkerah bulat dan memiliki detail kelopak bunga di bagian bawah kebaya yang memiliki panjang berbeda di kedua sisinya. Obin juga memberi detail renda pada di lengan dan garis tengah busana. Untuk bawahan, ada lilitan kain nuansa putih gading dengan detail bentuk geometris. Atasan diberi aksen lipit sehingga saat dipakai terlihat bervolume dan memberikan kesan berisi bagi si pemakainya.

Detail lipit itu memang sedang banyak digandrungi baik perempuan generasi milenial maupun kaum urban. Total Obin menghadirkan 30 koleksi yang berasal dari 50 kain. “Inspirasi dari kekayaan Nusantara, dan semua itu interpretasi dengan olahan tangan,” ujar perwakilan dari Binhouse, Airlangga Komara, di Plaza Indonesia Fashion Week 2018, Senin(19/3). Selain Obin, hadir pula gaya busana karya Iwan Tirta Private Collection.

Biasanya, koleksi dari rumah busana Iwan Tirta menampilkan nuansa dan warna klasik. Namun, pada pergelaran kali ini hadir dalam kesegaran khas muda-mudi masa kini. Kesan itu tampak pada gaun pendek berlatar biru dengan detail bunga berwarna gradasi merah, outer (pakaian luaran) berwarna dan berdetail senada mempercantik tampilan gaun tersebut. Detail bunga-bunga besar dan juga buket pengaruh Eropa dan Jepang memberi kesan feminin pada busana. Creative Director Iwan Tirta Private Collection, Era Soekamto, menjelaskan teknik detail batik menyerupai gradasi yang biasa tampil pada motif egamendung.

Sebanyak 24 koleksi busana perempuan siap pakai (ready to wear) tampil dalam dominasi warna biru, merah, hitam, ungu, hingga marun. Menurutnya, Nusantara menjadi tema yang diangkat pada koleksi spring/summer 2018. Era terinspirasi dari berbagai  kekayaan batik Indonesia yang sudah dikumpulkan sang maestro, Iwan Tirta, sejak dahulu. Elegansi anak muda dengan semangat masih membara dan berani untuk tampil menjadi kesegaran dari koleksi Iwan Tirta kali ini. “Pengerjaannya sekitar sembilan bulan, ini
berbeda dari biasanya, lebih muda dan segar he he he. Untuk material, kami pakai organza, katun viscose, hingga satin silk yang dikombinasikan dengan kain tenun,” tukas Era.

Kekuatan permainan warna
Permainan warna tidak hanya dibubuhkan pada material, tetapi juga motif, seperti yang diusung lini Danjyo Hiyoji. Danjyo berkolaborasi dengan pabrik kain dari Cibitung, Lucky Trend. Bentuk motifnya abstrak, tetapi megah dengan bubuhan warna-warni, mulai kuning, ungu,
hingga akua. Dengan tema Splendor force, mereka ingin menggambarkan aktivitas kaum urban dan milenial lewat gaya playful, sporty, serta tampak permainan pleats di beberapa koleksi.

Selain dengan Lucky Trend, Danjyo Hiyoji bekerja sama dengan dua sekolah, yakni Ciputra dan Bina Nusantara. Atasan pas badan dengan kerah bulat dan memiliki cut out pada satu sisi lengan berpadu apik bersama celana pipa tujuh per delapan berwarna krem. Di bagian bawah lipitan celana dipenuhi detail motif abstrak bernuansa dominan ungu. Tampilan lain hadir pada busana pria, berupa kemeja lengan pendek dengan kerah seperti piyama dan memiliki detail kantong saku berukuran berbeda pada bagian depan. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More